<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730</id><updated>2011-08-28T05:24:35.847-07:00</updated><title type='text'>bukan cerita kampungan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-116608729800323616</id><published>2006-12-14T00:58:00.000-08:00</published><updated>2006-12-14T01:08:18.006-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Nama-nama Kampung Betawi </title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;emda dan DPRD DKI Jakarta rupanya menghadapi kesulitan untuk memberi nama-nama pahlawan nasional pada jalan-jalan utama Jakarta. Seperti nama Harmoni, yang dikenal selama ratusan tahun, diganti jadi Jl Majapahit.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Boplo di kawasan Menteng/Cikini yang berasal dari nama NV De Bouwploeg, sebuah perusahaan real estate yang membangun kawasan Menteng tahun 192-1930-an diganti jadi Jl RP Panji Suroso. Nama Kampung Sawah Besar yang hampir seusia kota Jakarta diganti jadi Jl Samanhudi, Jakarta Pusat.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Hampir bersamaan dengan itu hilang pula Kampung Jaga Monyet di kawasan antara Harmoni dan Petojo. Kini jadi Jl Sukardjo Wiryopranoto. Banyak yang tidak kenal siapa tokoh yang dijadikan nama jalan yang menghubungkan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat ini. Padahal Jaga Monyet sudah ada sejak zaman VOC.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Saat Batavia sering diserang gerilyawan Islam Banten dari arah Grogol dan Tangerang, maka Belanda membangun benteng. Karena lebih sering menghadapi monyet-monyet yang berkeliaran, katimbang musuh, maka tempat penjagaan itu dinamai Jaga Monyet. Sekaligus jadi nama kampung di sekitarnya.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Ada lagi nama tempat di Jakarta yang sudah berusia ratusan tahun, yakni Paal Meriam. Terletak di antara perapatan Matraman dan Jatinegara. Asal usul nama tempat ini tahun 1813. Pada waktu itu terjadi pertempuran sengit antara pasukan artileri meriam Inggris dengan pasukan Belanda/Prancis. Pasukan meriam Inggris disiapkan di daerah ini untuk melakukan penyerangan ke kota Batavia. Peristiwa tersebut sangat terkesan bagi masyarakat sehingga disebut Pal Meriam.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Versi lain menyebutkan, ketika ketika gubernur jenderal Daenderls membuka jalan Anyer (Banten) - Panarukan (Jatim) sejauh 1000 km, daerah pal mariam ini merupakan rute jalan trans Jawa tersebut. Di lokasi pal meriam di pasang patok jalan yang terbuat dari meriam yang tidak terpakai. Masyarakat yang melihat meriam tersebut sebagai patok jalan menyebut daerah itu Pal Meriam. Sayang nama bersejarah ini diganti dengan Jl KH Ahmad Dachlan. Padahal nama ini sudah banyak diabadikan untuk nama jalan di Jakarta. &lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Di dekat Pal Meriam, terdapat kampung Solitude, yang juga penduduknya kebanyakan warga Betawi. Solitude berasal dari kata bahasa Inggris yang berarti 'kesunyian'. Karena kala itu banyak anggota tentara Inggris yang mati ketika menggempur Batavia. Mayatnya bergeletakan di rawa-rawa. Hingga dinamakan Rawa Bangke. Entah kenapa nama yang punya sejarah kota Jakarta diganti jadi Rawa Bunga. &lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Kalau kita ke Jakarta Kota, di wilayah Kelurahan Roamalaka, Kecamatan Tambora, terletgak Jalan Tiang Bendera. Nama ini berasal dari bendera yang sehari-hari terpancang di depan rumah Kapiten Cina pada pertengahan zabad ke-18. Mulai 1743, tiap tanggal 1 penanggalan Masehi, pada tiang bendera di rumah tersebut dikibarkan bendera. Maksudnya untuk mengingatkan masyarakat Tionghoa untuk membayar pajak kepala, sewa rumah dan berbagai pajak lainnya. Bagi orang Cina di Batavia, tanggal 1 setiap bulan disebut dag der vlaghijsching (hari pengibaran bendera).&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Mungkin banyak yang ingin tahu asal nama Kampung Petamburan, yang merupakan tetangga dari pusat pertokoan dan pebelanjaan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada masa lalu rumah penduduk masih jarang dan banyak tumbuh pohon jati disekitarnya. Suatu ketika di daerah ini meninggal seorang penabuh tambur. Ia kemudian dimakamkan di bawah pohon jati, sehingga jadilah nama kampung Jatipetamburan.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Pejambon terkenal karena terletak Departemen Luar Negeri. Di sebelahnya, yang merupakan bagian dari Deplu (kini disebut Gedung Pancasila), tempat sidang Volksraad (parlemen Belanda berlangsung) . Di tempat inilah Bung Karno berpidato pada 1 Juni 1945 dan dikenal dengan hari kelahiran Pancasila. Sehari setelah kemerdekaan -- 18 Agustus 1945 -- Soekarno dan Hatta dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Pada waktu bersamaan disahkan UUD 1945.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Kampung Pejambon baru ada sejak Daendels membuka daerah ini dengan sebutan Weltevreden. Kata 'pejambon' berasal dari kata 'penjaga Ambon'. Penjagaan tersebut berada di sebuah jembatan yang melintasi kali Ciliwung dan penjaganya orang Ambon. Pejambon juga tempat tinggal Nyai Dasima ketika dia menjadi nyai (istri piaraan) tuan Willem, seorang pembesar Inggris. Dia kemudian menjadi istri Samiun, tukang sado dari Kwitang, dan dibunuh oleh Bang Puase, jagoan Kwitang, atas perintah Hayati, istri tua Samiun.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Kawasan Pluit di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dikenal dengan perumahan mewahnya, yang hanya dapat dibeli oleh orang-orang yang benar-benar tajir. Banyak pedagang di Glodok yang omzetnya miliaran rupiah per hari memiliki perumahan di Pluit, di samping perumahan mewah lainnya. Menurut peta Topographish Bureau Batavia (1903), sebutan bagi kawasan ini adalah Fluit. Lengkapnya Fluit Muarabaru. Menurut kamus Belanda Indonesia (Wojowasito) , fluit berarti suling, bunyi suling dan roti panjang sempit.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Rupanya nama kawasan itu tidak ada hubungbannya dengan sulit, atau pluit, semacam pluit wasit sepakbola atau polisi. Ternyata nama kawasan tersebut berasal dari fluit, lengkapnya fluitschip yang berarti kapal (layar) panjang berlunas ramping.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Comic Sans MS;" &gt;&lt;span style="color:#400040;"&gt;&lt;div&gt;Sekitar 1660 di pantai sebelah timur muara Kali Angke diletakkan sebuah fluitschip, bernama Het Whitte Paert, yang sudah tidak laik laut. Dijadikan kubu pertahanan untuk membantu Benteng Vijfhoek di pinggir Kali Grogol, sebelah timur Kali Angke, dalam rangka menanggulangi serangan-serangan sporadis pasukan Banten. Kubu tersebut kemudian dikenal dengan sebutan De Fluit, yang kemudian jadi Pluit hingga sekarang.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dikoetip dari toelisannja Alwi Shihab di koran Repoeblika&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-116608729800323616?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/116608729800323616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=116608729800323616' title='45 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/116608729800323616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/116608729800323616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/12/rahasia-nama-nama-kampung-betawi_14.html' title='&lt;center&gt;&lt;h1&gt;Rahasia Nama-nama Kampung Betawi &lt;/h1&gt;&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>45</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-116399751331144505</id><published>2006-11-19T19:04:00.000-08:00</published><updated>2006-11-19T22:09:40.306-08:00</updated><title type='text'>“ MAEN PUKULAN “ aliran SABENI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tapaksuci.valenkamp.nl/images/ts/marco.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://tapaksuci.valenkamp.nl/images/ts/marco.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Tanah Abang, yang merupakan salah satu sentra perdagangan di Ibukota Jakarta dikenal sebagai salah satu sentra grosir pakaian yang terbesar di Indonesia bahkan ada yang berpendapat terbesar di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terkenal sebagai sentra perdagangan tekstil, Tanah Abang juga dikenal sejak dulu sebagai salah satu tempat yang melahirkan jago-jago silat (“maen pukulan”) salah satunya adalah Sabeni yang merupakan tokoh Betawi yang dikenal dengan jurus kelabang nyebrang dan merak ngigel. Jurus-jurus aliran Sabeni terkenal karena kecepatan dan kepraktisannya. Salah satu ciri khasnya adalah permainan yang rapat dan gerak tangan yang sangat cepat. Jurus-juru&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Aliran Sabeni apabila ditelaah lebih jauh merupakan aliran yang mengutamakan penyerangan dan tidak memiliki kembang dan murni untuk beladiri, berbeda dengan aliran Betawi lainnya yang dapat dipergunakan untuk tarian/ngibing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabeni lahir sekitar tahun 1860 di Kebon Pala Tanah Abang dari orang tua bernama Channam dan Piyah. Sabeni namanya mulai mengemuka setelah Sabeni mampu menghadapi salah satu Jago daerah kemayoran yang berjuluk Macan Kemayoran ketika hendak melamar puteri si Macan Kemayoran untuk dijadikan isteri. Selain itu Peristiwa-peristiwa lainnya antara lain pertarungan di Princen Park (saat ini disebut Lokasari) dimana Sabeni berhasil mengalahkan Jago Kuntau dari Cina yang sengaja didatangkan oleh pejabat Belanda bernama Tuan Danu yang tidak menyukai aktivitas Sabeni dalam melatih maen pukulan para pemuda Betawi dan yang sangat fenomenal adalah ketika Sabeni dalam usia lebih dari 83 tahun berhasil mengalahkan jago-jago beladiri Yudo dan Karate yang sengaja didatangkan oleh penjajah Jepang untuk bertarung dengan Sabeni di Kebon Sirih Park (sekarang Gedung DKI) pada tahun 1943 atas kemenangannya Sabeni dibebaskan dan diberi hadiah satu dus kaos singlet satu dus Handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai usia 84 tahun Sabeni masih mengajar maen pukulan (beliau mengajar hampir keseluruh penjuru jakarta bahkan untuk mendatangi tempat mengajar beliau biasanya berjalan kaki), sampai meninggal dunia dengan tenang dan didampingi oleh murid dan anak-anaknya pada hari Jumat tanggal 15 Agustus 1945 atau 2 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam usia 85 Tahun, beliau dimakamkan di Jalan Kuburan Lama Tanah Abang, yang lalu atas perjuangan Bapak M. Ali Sabeni salah satu putera beliau oleh pemerintah daerah DKI diganti menjadi Jalan Sabeni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini aliran Sabeni dilestarikan oleh anak dan keturunan dari Sabeni dan berpusat di daerah Tanah Abang, salah satunya adalah Bapak M. Ali Sabeni yang merupakan anak ke-7 dari Sabeni yang selain sebagai penerus Silat Sabeni juga seorang tokoh seniman Sambrah Betawi (Orkes Melayu Betawi). Karena faktor usianya yang sudah 72 tahun lebih, tugas melatih saat ini diserahkan kepada putera laki-lakinya Bang Izul. Dalam salah satu kesempatan Bapak M. Ali Sabeni mengutarakan keinginannya agar Silat Sabeni ini dapat dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda agar warisan ini tidak hilang oleh gerusan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Sabeni Tenabang yang merupakan seni Maen Pukulan (“Pencak Silat”) ciptaan dari Engkong Sabeni (1860-1945), merupakan salah satu aliran Silat Betawi/Maen Pukulan yang berasal dari Betawi Tengah ( Tenabang/ Tanah Abang). Ciri khas dari salah satu seni Pencak Silat Betawi ini adalah permainan yang dekat/rapat serta pada keluwesan gerak dan kecepatan tangan yang disinkronisasikan dengan sabetan kaki untuk membanting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan pada aliran Sabeni merupakan hal penting dan wajib (bahkan saking cepatnya ada cerita yang menyatakan pada waktu Engkong Sabeni menunjukkan jurus-jurus inti, terkesan kakinya tidak menyentuh tanah), tanpa adanya kecepatan sulit untuk mengaplikasikan secara sempurna jurus-jurus serta teknik-teknik sabetan kaki dari Sabeni. Kecepatan dan keunikan gerakan aliran Sabeni inilah yang membuat aliran Sabeni merupakan aliran yang sangat disegani dan dihormati pada masa-masa Engkong Sabeni hidup, bahkan beberapa gerakan/jurusnya diaplikasikan oleh aliran lain sebagai pelengkap jurus-jurus aliran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Sabeni memiliki 15 Jurus dasar yang terbagi atas Jalan Jurus dan Jurus Inti. Jurus yang terkenal dan melegenda di seantero Betawi adalah Jurus Kelabang Nyebrang dan Merak Ngigel. Ciri dari jurus kelabang nyebrang adalah gerakannya yang mengejar lawan dengan cepat seperti kelabang mengejar mangsanya berliku-liku, dengan dikombinasikan permainan tangan yang cepat tanpa henti yang dibarengi sesekali sabetan kaki kanan kiri secara bergantian. Jurus kelabang nyebrang ini apabila dilakukan dengan keluwesan dan kecepatan yang tinggi, memang akan sulit sekali untuk dihadapi karena konsentrasi lawan terpecah dua antara menghadapi serangan dari atas dan menghindari sabetan kaki agar tidak jatuh terbanting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Jurus Kelabang Nyebrang, Jurus Merak Ngigel juga tidak kalah tenarnya, banyak jago-jago baik dari Betawi maupun luar Betawi dijatuhkan dengan Jurus ini oleh Engkong Sabeni. Jurus Merak Ngigel memang unik, jurus ini meniru gerakan Merak yang sedang menari kasmaran membentangkan bulu-bulu ekornya sambil menggoyang-goyangkan pantatnya (“ngigel”) ke kanan dan ke kiri. Aplikasi pada jurus adalah bulu-bulu ekor merak digantikan oleh tangan yang membentang pendek di depan dada yang lalu menarik kedua tangan lawan ke dekat dada yang diteruskan dengan pukulan siku dan serangan bawah mempergunakan pinggul, apabila dilakukan pada waktu yang tepat dan kecepatan yang tinggi diikuti gerakan memutar dari tubuh seperti putaran per, dapat mengakibatkan lawan terpental cukup jauh. Jurus Merak Ngigel biasanya dipergunakan untuk pertarungan yang sangat dekat/hampir tanpa ruang, jurus ini memang indah sehingga diaplikasikan oleh anak-anak Institut Kesenian Jakarta (“IKJ”) dalam salah satu seni tari kreasi anak-anak IKJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus inti lainnya yang aplikasinya sulit dan menguras tenaga adalah Selat Bumi yaitu penggabungan seluruh jurus dasar yang dimainkan dengan poisi kuda-kuda sangat rendah (hampir jongkok) dengan arah gerakan kaki berdasarkan arah anak mata angin. Jurus ini dimainkan awalnya dengan posisi kuda-kuda rendah lalu setelah selesai rangkaian jurusnya lalu dimainkan diatas setelah selesai kembali turun (naik-turun-naik-turun dst), sehingga sangat menguras tenaga. Jurus ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi selain dari faktor tenaga juga gerakan, karena harus mampu membanting lawan dengan sabetan kaki dalam posisi kuda-kuda sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Aliran Sabeni berfokus kepada permainan tangan kosong tetapi aliran Sabeni juga mengenal permainan senjata yang hanya sebagai alat bantu yaitu Golok dan Cukin (kain panjang seperti selendang yang dililitkan di pinggang atau disampirkan di leher, berfungsi untuk menyabet tangan/kaki lawan serta mengambil senjata lawan). Kedua alat bantu ini baru diajarkan pada murid-murid yang sudah memasuki tahap kombinasi jurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Sabeni pada awalnya tidak mengenal adanya tingkatan-tingkatan murid, tetapi untuk lebih mempermudah metode pelatihan dan agar setiap orang yang belajar aliran Sabeni memiliki arah yang jelas, akhirnya ditentukan tingkatan-tingkatan murid seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tingkat Dasar;&lt;br /&gt;2. Tingkat Khataman Jurus;&lt;br /&gt;3. Tingkat Kombinasi;&lt;br /&gt;4. Tingkat Mualim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tingkat dasar s/d tingkat kombinasi, standarnya adalah sekitar 3 tahun untuk pertemuan 2 minggu sekali, sedangkan untuk tingkat mualim (diberi hak untuk mengajar) dibutuhkan tambahan waktu 2 tahun menjadi assisten pelatih ditambah lulus penilaian akhlak dan moral oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran Aliran Sabeni memang sangat terbatas, karena seni Pencak Silat ini pada awalnya merupakan Pencak Silat Keluarga, tetapi seiring perkembangan zaman dan tuntutan pelestarian, seni Pencak Silat ini akhirnya diajarkan keluar, dimana fokusnya adalah anak-anak muda Tanah Abang.  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-116399751331144505?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/116399751331144505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=116399751331144505' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/116399751331144505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/116399751331144505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/11/maen-pukulan-aliran-sabeni.html' title='&lt;center&gt;&lt;h1&gt;“ MAEN PUKULAN “ aliran SABENI&lt;/h1&gt;&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-115561464409471499</id><published>2006-08-14T20:58:00.000-07:00</published><updated>2006-08-14T21:14:00.230-07:00</updated><title type='text'>TJERITA PROKLAMASI </title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada perundingan dirumah Maeda ada rencana untuk menyelenggarakan Proklamasi di Ikada. Tapi ternyata, pada tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diselenggarakan dimuka rumah Soekarno dijalan Pegangsaan Timur no 56. Soediro (Mantan Walikota saat tahun 1945 menjabat wakil kepala barisan Pelopor) bercerita. Sejak tanggal 14 Agustus 1945, dia menugaskan Soehoed (tampak dalam foto proklamasi seorang pemuda bercelana pendek) dan beberapa orang pelopor istimewa untuk menjaga keluarga Soekarno. Pada tanggal 16 Agustus 1945 malam hari, Soehoed melaporkan bahwa telah datang Soekarni dan Chaerul Saleh dan kawan-kawannya. Soehoed tidak curiga karena Caherul juga anggota pelopor istimewa. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian juga ketika Soekarno sekeluarga dibawa pergi tidak ada kecurigaan sebagai peristiwa penculikan. Pada mereka timbul semangat lagi ketika Soekarno kembali pada tanggal 16 Agustus 1945 malam hari. Berkaitan dengan perintah Dr Muwardi (pimpinan barisan Pelopor) untuk melakukan persiapan upacara 17 Agustus 1945, Soediro memanggil para pembantunya untuk turut menyebarkan akan adanya acara sangat penting pada tanggal 17 Agustus 1945. Misalnya K.Gunadi diserahkan tugas untuk menyampaikan instruksi tertulis yang ditujukan pada para anggota barisan pelopor istimewa dan eksponen barisan pelopor lainnya. Sedangkan Daitai-daitai di kawedanaan dan Cutai-cutai dikecamatan banyak yang sudah dihubungi sendiri, secara pertilpun atau perkurir. Instruksinya antara lain, berkumpul dilapangan Ikada tanpa membawa panji pelopor pada jam 11.00 untuk keperluan menghadiri upacara penting. Ketika dengan bersepeda Soediro pagi harinya menuju Ikada, dia heran karena melihat disitu banyak Jepang bersenjata. Timbul pertanyaan dibenaknya, apakah berita sudah bocor ?. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia lalu menghubungi Dr Muwardi dirumahnya dan dari penjelasan Dr Muwardi ternyata Proklamasi tidak jadi di Ikada tapi dirumah Soekarno. Maka dengan cepat disebarkanlah pembetulan informasi bahwa pelaksanaan proklamasi dipindahkan di Pegangsaan Timur 56. Kepada Soehoed diperintahkan untuk menyiapkan tiang bendera tepat dimuka kamar depan, hanya beberapa meter dari teritis rumah. Setelah itu Soediro pulang kerumahnya sebentar. Ketika dia kembali dilihatnya telah hadir Soewirjo, Dr Muwardi, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani, Trimurti dan masih banyak lagi. Tidak tampak wajah Wikana, Soekarni, Chaerul Saleh maupun Adam Malik. Dimuka beranda rumah sudah terpasang mikrofon dan versterker (amplifier) yang disewa dari Gunawan pemilik perusahaan jasa penyewaan sound system “Radio Satrija” yang beralamat dijalan Salemba Tengah no.24. Acara proklamasi sederhana ini mengikuti mata acara yang dipersiapkan yaitu : Pembacaan proklamasi oleh Soekarno disambung pidato singkat, Pengerekan bendera merah putih, Sambutan Soewirjo dan Sambutan Dr Muwardi. Pada acara pertama, Soekarno membaca Proklamasi yang sudah diketik Sajuti Melik dan telah ditandatangani Soekarno-Hatta (foto 1 dan 2). Kemudian Soekarno berpidato singkat tanpa teks. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk pengerekan bendera awalnya diminta kesediaan Trimurti, tapi dia menolak lalu mengusulkan sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Maka Latif Hendraningrat, yang masih memakai seragam lengkap PETA, maju kedepan sampai dekat tiang bendera. Soehoed didampingi seorang pemudi muncul dari belakang membawa sebuah baki nampan berisi bendera Merah Putih (bendera pusaka yang dijahit Fatmawati beberapa hari sebelumnya). Maka dikereklah bendera tersebut oleh Latif dibantu Soehoed. Setelah berkibar, spontan hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Melihat foto (3) Proklamasi, nampak membelakangi lensa Fatmawati dan Trimurti. Tampak Soekarno bersama Hatta lebih maju dari tempat berdiri saat pembacaan proklamasi. Sebuah foto lain (4) yang diambil dari belakang Soekarno, menggambarkan para hadirin lainnya yang berdiri dekat tiang bendera. Mereka terdiri dari para pemuda-mahasiswa Ika dai Gakko. Pada acara ketiga, Soewirjo yang dizaman Jepang menjabat wakil walikota berpidato. IPPHOS juga mengabadikan peristiwa ini. Namun sampai hari ini tiada dokumen yang menjelaskan apa yang diucapkan Soewirjo. Demikian juga tidak ditemukannya naskah pidato Dr Muwardi yang akan mengisi acara keempat. Karena tiadanya dokumen, timbul pertanyaan apakah Dr Muwardi benar-benar berpidato ? Setelah upacara selesai berlangsung, tiba-tiba masuk sambil berlari kurang lebih 100 orang anggota pelopor yang dipimpin S.Brata. Mereka tidak tahu terjadinya perubahan tempat, sehingga ketinggalan acara. Namun menuntut terus agar Soekarno membacakan lagi Proklamasi. Ahirnya Soekarno yang sudah masuk kamar, keluar lagi dan menjelaskan melalui mikrofon bahwa pembacaan Proklamasi tidak dapat diulang. Karena masih kurang puas mereka minta kepada Hatta untuk memberikan amanat singkat. Hatta kemudian meluluskannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang juga terlambat adalah Dr Radjiman Wedjodiningrat dan beberapa anggota PPKI. Dalam buku Lahirnya Republik Indonesia, Soebardjo mengaku dibangunkan utusan Soekarno agar datang ke Pegangsaan Timur 56, tapi dia mengirim pesan minta maaf karena kelelahan akibat perjalanan pulang pergi Jakarta-Rengasdengklok dan mengikuti rapat dirumah Maeda. Soebardjo memang tidak nampak saat proklamasi. Setelah acara selesai, Soediro dan Dr Muwardi memilih 6 orang anggota barisan pelopor istimewa, pelatih pencak silat menjadi pengawal Soekarno-Hatta Kelompok ini dipimpin oleh Soemartojo. Sampai selesainya proklamasi fihak Jepang tidak menyadari apa yang telah terjadi. Mereka baru datang setelah Hatta pulang kerumahnya. Tiga orang perwira Jepang yang datang ini mengaku diutus Gunseikanbu untuk melarang Proklamasi. Tapi Soekarno yang menghadapinya dengan tenang, menjawab bahwa Proklamasi sudah dilaksanakan. (diambil dari berbagai sumber sekitar Proklamasi)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Dikoetip dari http://sejarahkita.blogspot.com&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-115561464409471499?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/115561464409471499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=115561464409471499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/115561464409471499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/115561464409471499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/08/tjerita-proklamasi.html' title='&lt;center&gt;&lt;strong&gt;TJERITA PROKLAMASI &lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-115509350752643065</id><published>2006-08-08T20:09:00.000-07:00</published><updated>2006-08-08T20:18:27.526-07:00</updated><title type='text'>NONGOL LAGEH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alhamdulillah........&lt;br /&gt;Akhirnya  gw bisa balik lageh nyatronin ini blog. Setelah sekian lama gw istirohat dari ngeje-blog, ternyata kerinduan buat menulis tak bisa ditahan-tahan. Maap boat sodara-sodara yang mulei bosen dengan tampilan dan isi ini blog. Mungkin nanti deh kapan-kapan gw robah dikit demi dikit biar lebih baek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, belakangan ini gw lage minat benget sama dunia fotografi. Semenjak punya kamera SLR bekas buatan negeri Hitler, pinginnya jeprat-jepret aje. Saban ari gw lakonin buat ubek-ubek situs tentang fotografi. Yaa daripada kursus ama Om Darwis, mendingan juga belajar dewek, otodidak gitu lah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ntar deh gw pampang hasil jepretan gw di mari. mudah-mudahan aja berkenan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nyok ahh....pamit dulu.....ada tugas nih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-115509350752643065?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/115509350752643065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=115509350752643065' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/115509350752643065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/115509350752643065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/08/nongol-lageh.html' title='&lt;center&gt;&lt;STRONG&gt;NONGOL LAGEH&lt;/STRONG&gt;&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-114708263091111720</id><published>2006-05-08T02:55:00.000-07:00</published><updated>2006-05-08T03:03:50.936-07:00</updated><title type='text'>Orkest Gambang, Hasil Kesenian Tionghoa Peranakan di Djakarta </title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/lenong.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/320/lenong.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Dan baboenja Tjio Kek bersembahjang: "Moehoen baba-besarnja si Bouw Tan tida mempoenjai isi-peroet....."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambang adalah satoe alat tetaboehan dari gamelan "Salendro" atawa "Pelog" jang telah dibawa masoek ka poelo Djawa, Madoera dan Bali oleh orang Hindoe jang datang di sini sambil menjiarken agama Budha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menoeroet riwajat Indonesia, bangsa Tionghoa sedari djeman Praboe Brawdijaja, Radja dari Madjapait, itoe masa kira-kira taon 1300 - soeda ada di sini. Karna saja bermaksoed boeat menoetoerken asal-oesoelnja "Orkest Gambang", maka gamelan "Salendro" dan "Pelog" saja tinggalken, dan saja adjak pembatja aken mentjari taoe, kenapa "Gambang Orchestra" digemarin oleh Peranakan Tionghoa sedari djeman doeloe sampe sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boeat mendapetken keterangan sampe djelas betoel saja soeda poeteri Djakarta, bilangan Tangerang dan Bekassi. Orang-orang jang soeda toea, jang telah mendenger poela ini dari iaorang poenja leloehoer lagi, ada toetoerken apa jang saja toelis di bawah. Sanget menggoembiraken hati saja, saja telah bias dapetken noot dari lagoe-lagoe, jang kebanyakan dari pemaen-pemaen orkest gambang djeman sekarang tida mengarti, terketjoeali marika jang paham hoeroef Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alat Orkest Gambang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alat ini ada gambang, soekong, hosiang, thehian gihian, kongngahian, sambian, soeling, pan (ketjrek) dan ningnong. Ningnong tjoema ditaboeh boeat lagoe-lagoe Pobin dan Mas Nona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagoe-lagoe jang dimaenken ada:&lt;br /&gt;POBIN: Matodjin, Si Djin Kwi Hwee Ke, Lui Kong, Tjoe Te Pan, Tjhia Pe Pan, It Ki Kim, Tay Peng Wan, Pek Bouw Tan, Tjay Tjoe Sioe (oentoek menghormat orang shedjit), Kim Hoa Tjoen, Lioe Tiauw Kim, Sie Say Hwee Ke, Ban Kim Hoa, Pat Sian Kwe Hay, Po Pan Tauw, Lian Hoa The, Tjay Tjoe Teng, Say Ho Liu, Hong Tian, Tjoan Na, Kie Seng Tjo, Tjiang Koen Leng, Tio Kong In, Sam Pauw Hoa, Pek Houw Tian, Kim Soen Siang, Phay In (hormaketken kebesaran), Kong Dji Lok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oentoek dimaenken oleh wajang Sin Pe.&lt;br /&gt;Lagoenja: Tauw Tiat, Dji Tiat, Sam Tiat. - Tauw To, Dji To, Sam To, Si To, Gouw To, Lak To, Tjit To dan Pe To.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acteur dan actrice wajang Sin Pe terdiri dari anak-anak di bawah oemoer, tjerita jang dimaenken tjerita Tionghoa, oepamanya tjerita "Sie Djin Kwi Tjeng Tang", dan bahasa jang digoenaken ada bahasa Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lagoe-lagoe jang populair.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Lagoe-lagoe jang sanget populair di djeman doeloe adalah lagoe: Dempok, Temenggoeng, Menoelis, Engko si Baba, Indoeng-indoeng, Mas Nona, Djoengdjang Semarang, Bong Tjeng Kawin, Koelannoen Salah, Bangliau, Goenoeng Pajoeng, Petjah-piring dan Tandjoeng Boeroeng. Ini lagoe-lagoe boekannja oentoek mengibing, tapi oentoek mendapet taoe zanger atawa zangeres (Tjio Kek) poenja seni soeara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemaen-pemaen gambang jang sekarang ada, saja perna minta marika maenken salah-satoe dari inilagoe-lagoe. Tapi marika tida bias perdengerken lagoe-lagoe jang terseboet di atas ini. Saja kagoem, almarhoem toean Lim Tjio San alias Serang telah bikin noot lagoe-lagoe jang saja soeda toetoerken di atas. Tjoema sanget menjesel Lagoe "Dempok" tida ada nootnja. Moengkin toean Tio Tek Hong, jang perna opname ini lagoe boeat plaatgramophoon, masih ada sedia itoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedari kapan Peranakan Tionghoa maenken Orkest Gambang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti saja soeda toetoerken di atas, orang tida bisa mendapet keterangan dengen djelas. Tetapi menoeroet orang-orang toea jang saja tanja, jang denger itoe iaorang poenja leloehoer, ada tjeritaken sebagimana di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktoe kapitein Nie Hoe Keng, jang di-interneer oleh G. G. Valckenier di Makassar, telah dimerdikaken oleh G. G. Baron Van Imhoff (1743), dengen dikepalai oleh satoe orang (boleh djadi toean Lim Beng jang kemoedian diangkat mendjadi kapitein), orang Tionghoa jang tinggal di dalem dan loear kota Djakarta telah bikin pesta. Boeat merameken itoe pesta marika membawa lima perangkat "Orkest Gambang". Tiap-tiap lagoe jang dimaenken, diperdengerken dengen itoe lima perangkat "orkest gambang". Dari itoe lima perangkat Gambang jang No. 1 (jang paling bagoes soeranja) dinamai "Si Matjan", no. 2, 3, dan 4 orang telah loepa namanja, sedeng jang no 5 dikasi nama "Si Koembang" dan sekarang ada djadi miliknja Gambang Orchestra Vereeniging "Ngo Hong Lauw". Menoeroet keterangan toean Nio Djit Seng, anggota bestuur dari Ngo Hong Lauw, ia dapetken "Si Koembang" di Pasar Kemis Tangerang dari tangannja orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seabisnja pesta itoe lima perangkat "Orkest Gambang" diserahken pada kapitein Nie Hoe Keng. Kemoedian ini lima perangkat alat tetaboehan djato pada major titulair Nie Hok Tjoan, jang kaloe saja tida kliroe ada Boejoet dari kapitein Nie Hoe Keng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenapa Peranakan Tionghoa di Djakarta tjiptaken orkest gambang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Peranakan Tionghoa di Priangan, Djawa Tengah, dan Djawa Timoer lebih banjak bergaoel dengen orang-orang Indonesia jang soeka maenken gamelan "Salendro" dan "Pelog". Lantaran terlaloe sering Peranakan Tionghoa di Priangan, Djawa Tengah dan Djawa Timoer denger lagoe-lagoe Soenda dan Djawa, perasahan hatinja ketarik oleh itoe lagoe-lagoe dan laloe maenken sendiri gamelan. Tida heran, lantaran itoe di Priangan, Djawa Tengah dan Djawa Timoer sampe sekarang Peranakan Tionhoa soeka dengen kesenian Indonesia (gamelan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Djakarta betoel ada orang-orang Indonesia maenken Gamelan Salendro dan Pelog, tapi tjara menaboehnja tida begitoe haloes terdengernja seperti orang-orang dari Priangan, Djawa Tengah dan Djawa Timoer. Dari sebab itoe, Peranakan Tionghoa di Djakarta terlebih senang mendenger Yang Khim jang dicombinatie dengen soekong, hosiang, thehian, kongngahian, sambian, soeling, pan dan ningnong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Khim pada doea ratoes taon jang laloe, tida gampang didapetnja. Sebab kita penja bangsa jang dating dari Tiongkok dengen memake praoe kebanjakan hanja bawa barang-barang jang bergoena dan harganja terlebih mahal, dan Yang Khim jang diboetoehi oleh Peranakan Tionghoa marika tida bawa, sebab itoe alat muziek tida semoeanja orang boetoehi. Dari sebab itoe Peranakan Tionghoa tjoba-tjoba mengambil gambang jang mendjadi alat dari gamelan jang biasa dimaenken oleh orang Indonesia, dan tjotjoki soeranja itoe dengen alat-alat muziek jang biasa dimaenken oleh bangsa Tionghoa, seperti soekong, hosiang, thehian, kongngahian, sambian dan soeling. Dalem itoe gambang orang dapetken soeara seperti hoeroef-hoeroef Tionghoa jang diberikoetken dalem ini artikel dan moelai itoe waktoe orang maenken gambang sebagi penggantinja Yang Khim menoeroet Noot jang orang Hokkian tjiptaken di itoe djeman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Zanger dan Zangeres (Tjio Kek)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemaen-pemaen "Orkest Gambang" haroes ada orang-orang jang mengenal hoeroef Tionghoa, kerna goena maenken lagoe-lagoe Pobin, marika moesti menoeroet betoel pada noot. Tapi orang jang soeda banjak melatih bisa maenken lagoe-lagoe Pobin di loear kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boeat menggoembiraken pendenger dan pemaen "Orkest Gambang", orang tjari zanger jang loetjoe dan zangeres jang tjantik. Boeat mendapetken ini, tida begitoe gambang kalo tida mempoenjai oewang banjak. Jang koeat mempoenjai Tjio Kek (Zangeres) tjoema orang-orang jang mendjabat pangkat kapitein (Kaptoa), luitenant (Kapja) dan Sia-sia (anak-anak kapitein atawa luitenant).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itoe Tjio Kek marika ambil dari gadis-gadis Indonesia jang tjantik, dibrikennja nama menoeroet namanja boenga-boenga di Tiongkok, jang haroem dan indah, seperti Bwee Hoa, Han Siauw, Bouw Tan dan laen-laen sebaginja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Song Kang ada Toapekong dari Tjio Kek.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagi lelaki boekan sadja marika moesti mempoenjai tingkalakoe jang "loetjoe", bisa menjanji, djoega moesti mempoenjai kepandean maenken sala-satoe alat dari orkest gambang. Tida begitoe dengen orang-orang prampoean, asal sadja marika berparas tjantik lantas "baba-baba besar" dan "sia-sia" trima, maskipen marika moesti ongkosi segala-galanja, dan Tjio Kek prampoean jang soeda toea dibikin menjadi baboe oentoek merawat jang moeda, serta moesti briken peladjaran menjanji pada marika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat mengadjar itoe Tjio Kek prampoean jang moeda dan baroe orang namai "Koan Wajang". Ini koan ada mempoenjai Toapekong. Sesoeatoe Tjio Kek baroe, meskipoen ada bangsa Indonesia, dimoestikenoleh baboenja boeat bersoedjoet pada itoe Toapekong pagi dan sore. Toapekong jang marika poedja adalahâ€¦..Song Kang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjio Kek prampoean bersembahjang pada Song Kang dengen pake samseng ajam, bebek dan kepiting. Di waktoe itoe samseng diatoer di atas medja, ajam dan bebek tidak memake darahnja, hatinja dan amplanja, begitoe djoega kepiting diboeka terlebih doeloe diangkat isi-peroetnja. Sembahjangan boekan dilakoeken pada The It dan Tjap Gouw seperti kita Thiam Hio pada Toapekong dan pada aboe-leloehoer, hanja pada The Djie dan Tjap Lak (Lebih djaoe saja djelasken, djika dalem satoe koan ada sepoeloeh Tjio Kek marika moesti sediaken tigapoeloeh samseng, jaitoe sepoeloeh ajam, sepoeloeh bebek dan sepoeloeh kepiting).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktoe itoe Tjio Kek sembahjang, baboenja jang berdiri di sampingnja mengoetjap: soepaja baba besar si Bouw Tan poenja diri ada seperti itoe samseng jang dihidangken pada Toapekong. Ia soepaja tida mempoenjai isi-peroet, seperti djoega itoe kepiting jang soeda tida mempoenjai otak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menoeroet katanja salah-satoe Tjio Kek jang soeda toea betoel-betoel Song Kang menoeloeng pada marika jang soedjoet dengen soenggoe hati padanja - banjak baba kapitan sia loepa daratan, loepa anak-bini dan roemah tangga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tjio Kek jang beroentoeng (jang terkaboel maksoednja) tentoe dapet baba kapitan / sia jang lojar, marika dipakeken mas-inten seperti nona/njonja orang baek-baek. Meskipoen marika soeda ada mempoenjai baba kapitan / sia, sesoeatoe Tjio Kek moesti toeroet prentahnja kepada Kopan, dimana itoe Tjio Kek ada tinggal. Oempanja itu kepala Koan mendapet panggilan oentoek maenken gambangnja di salah-satoe roemah orang miskin jang koeat membajar, sedeng si Bouw Tan ada kepoenjahannja oepamanja, major, ia moesti pergi dan toeroet merameken djoega, dan pakean masintennja moesti dipake seantenronja sebagai tanda, bahoea ia ada Tjio Keknja orang hargawan dan pegang pangkat. Djoega baboenja moesti toeroet goena melajani ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanja ini peratoeran membikin pergaoelan orang berpangkat dan hartawan dengen orang jang koerang mampoe keliatannja erat sekali. Kenal atawa tida kenal, kaloe marika poenja Tjio Kek moesti maen di salah-satoe pesta mengawinken atawa orang shedjit, itoe baba-baba kapitan / sia moesti mengoendjoengi - kerna ia selempang, nanti ada orang jang brani "goelai" Tjio Keknja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oemoemnja bangsa Tionghoa di djeman doeloe, merajaken hari kawin teroetama dalem boelan Siegwee dan Pegwee jang paling banjak, kerna marika anggep, dalem itoe doea boelan ada jang paling banjak hari-hari baek eoentoek orang menikah. Lantaran adanja itoe kepertjajahan, Tjio Kek-Tjio Kek boleh dibilang djadi sanget repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Roeman-roemah plesiran orang berpangkat / hartawan boekan dinamai soehian, tapi "Kebon" atawa "Empang"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di djeman Oey Tamba Sia (1862) persaingan mempoenjai Tjio Kek eilok ada heibat sekali. Boekan sadja dalem hal taboer dengen perhiasan mas-inten marika poenja Tjio Kek jang berharga mahal, poen djoega dalem hal pakeken Tjio Kek badjoe "koeroeng" soetra merah dengen kantjing tangan inten, jang biasa dipake oleh nona / njonja hartawan Tionghoa. Tjoema bedanja Tjio Kek ada memake tauwtjang (koentjir) dari benang soetra merah, jang kemoedian dibikinken konde, sementara nona/njonja hartawan tida memake itoe matjem perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boekan sadja persaingan memekaken Tjio Kek ada begitoe heibat, djoega roemah-roemah plesiran oentoek mendengerken "orkest gambang" orang bikin besar dan bagoes. Oey Tamba Sia bikin gedong di Antjol dengen nama "Bintang Mas" dengen dikoeliling oleh emang sepoeternja. Sajang ini gedong soeda roeboeh, tapi empang "Bintang Mas" sampe sekarang orang masih kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majoor Tan dan luitenant Oey, jang mendjadi saingan dari Oey Tamba Sia, tida maoe kalah boeat bersaing. Di Kampoen Baroe, Djakarta, ada satoe perceel jang loeas, dimana ada berdiri satoe gedong besar. Orang sekarang namai itoe perceel "Kebon Majoor". Di sitoelah adanja roemah plesir majoor Tan di djeman doeloe oentoek mendegeri iapoenja "Bouw Tan Hoa" menjanji dan pertoendjoeki actienja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luitenant Oey tida maoe kalah dalem persaingan. Boeat mengasi liat pada oemoem, bahoea ia poen sampe hartawan, ia beli satoe tanah particulier tida brapa djaoe dari kota Djakarta, di atas tanah mana ia telah berdiriken satoe gedong besar, gedong mana ada ditinggali oleh Tjio Keknja jang bernama Kim Hoa. Boeat menjenangken hantinja Kim Hoa, luitenan Oey ada sediaken satoe kreta koets (kreta koeroeng) dengen ampat ekor koeda. Kaloe Kim Hoa keisengan serta baba kapitannja tida ada, ia boleh pake itoe kreta dengan ditarik oleh ampat ekor koeda dateng di kota Djakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sebab Kim Hoa ada satoe gadis Indonesia jang terlahir dan mendjadi besar di satoe desa jang letaknja deket dengen kali Tjisedane, ia terkenal sebagi satoe antara wanita-wanita Indonesia jang pande bernang. Boeat kasi liat kepandeannja, luitenant Oey tida sajang keloarken oewang banjak, satoe zwembad telah dibikin dari batoe jang dikasi dateng dari Tiongkok dan dikerdjaken oleh toekang-toekang bangsa Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kromong, kempoel, gendang dan gong mendjadi alat dari "orkest gambang".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Waktoe anak-anak dari Khouw Kap, Lie Kap, Souw Kap serta Tan Wangwee moelai djadi besar, marika mengarti, membikn roeman plesiran tjaranja Oey Tamba Sia, majoor Tan dan luitenant&lt;br /&gt;Oey boekan sedikit ongkosnja. Marika ada mempoenjai pikiran gotong-rojong dan laloe berdami, soepaja di kota, Pasar Baroe, Pasar Senen dan Tanah Abang berdiriken satoe "soehian" oentoe plesir serta mendenger gambang dan soearanja Tjio Kek. Plesiran itoe dilakoeken tiap-tiap hari Minggoe dan hari-hari besar dengen bergiliran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bek Teng Tjoe, wijkmeester Tionghoa di Pasar Senen (sajang orang tida inget shehnja) telah kasi denger di soehiannja Tan Wangwe iapeonja kepandean maenken gambang dengen di-iring kromong, kempoel, gendang dan gong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertjobahan wijkmeester Teng Tjoe telah berhasil. Lagoe-lagoe gambang ditaboeh dengen tambahan alat terseboet di atas membikin tambah goembira Tjio Kek dan pendenger-pendengernja. Dan moelai itoe waktoe lagoe-lagoe Soenda banjak dipake oleh orkest gambang. Djoega orang moelai brani pegang slendang boeat tjoba mengibing. Sedari itoe waktoe masjarakat Tionghoa kenal orkest gambang kromong (+ 1880).&lt;br /&gt;Selaennja di waktoe orang pesta mengawinken atawa shedjit, gambang kromongnja Bek Teng Tjoe poen dipanggil boeat merajaken Taon Baroe Tionghoa sampe Tjap Go Meh, sebab dari orang hartawan sampe para orang miskin, kaloe marika tida panggil gambang kromongnja Bek Teng Tjoe, marika tida merasa telah samboet harian Taon Baroe dan telah merajaken pesta Goan Siauw....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi namanja Bek Teng Tjoe begitoe kesohor, Bek Nam Ho dari Tanah Tinggi telah kasi denger iapoenja kepandean taboeh mangkok sajoer boeatan Tiongkok, jang dikasi aer di dalemnja boeat diakoeri soeranja pada Soekong dan Kongngahian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bek Nam Ho peonja pendapetan poen dapet samboetan anget dari bebrapa baba sia jang soeka plesir dengen gambang, tjoema gambang mangkok tida bisa dimaenken di moeka oemoem, sebab terlaloe soesah oentoek menjetemnja, dan djarang ada orang yang mempoenjai koeping begitoe terang seperti Bek Nam Ho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bek Tjoe Kong Koen dari Kampoeng Kwitang, meliat colleganja mendapet nama begitoe tinggi dalem kesenian gambang, laloe beli piano. Ini piano ia goenaken boeat beladjar sampe baek. Sesoedanja bisa maenken piano, ia tjoba akoerin soearanja dengen gambang, dari mana laloe tertjipta gambang-piano. Seperti djoega gambang kromong jang ditjiptaken oleh Bek Teng Tjoe, gambang pianonja Bek Tjoe Kong Koen sanget populair dalem kota Djakarta (+ 1900)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lantaran terlaloe banjak soehian, kesenian gambang moendoer.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bertambah banjaknja soehian dalem kota Djakarta membikin orang takoet peladjarken permaenan gambang. Njonja-njonja roemah jang sopan tida kasi anak-anaknja toeroet maen gambang, kerna di djeman blakangan pemoeda-pemoeda jang bisa maen gambang mendjadi "setan soehian" dengen kebanjakan mempoenjai tabeat taâ€™taoe maloe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toekang-toekang gambang liar sangat terpake oleh pendiri-pendiri soehian, boekan sadja kerna marika bisa maenken lagoe-lagoe "Gelatik ngoengoek" dan "Onde-onde" jang sangat digemarken oleh pemoeda-pemoeda jang soeka mabok-mabokan di soehian, hanja djoega sebab marika bisa membawa prampoean-prampoean tjantik dari kampoeng dan desanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moelai itoe waktoe orang tida kenal lagi Koan Wajang, sebab itoe Tjio Kek-Tjio Kek boekan speciaal ditjari oleh "baba-baba", tapi marika dateng sendiri boeat....mentjari oentoeng. toapekong Song Kang, Tjio Kek-Tjio Kek blakangan tida kenal sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ngo Hong Lauw diberdiriken.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalem taon 1913 toean-toean Boe Gie Hong, Tan Tjoen Hong alias Endong, Lim Tjio San alias Serang, Tan Jan Tji serta bebrapa orang lagi, semoeanja achli pemaen gambang setjara doeloe,&lt;br /&gt;dateng pada toean Khoe Siauw Eng, jang di itoe waktoe ada mendjadi secretaris dari Chineesche Raad (Kongkoan). Marika menerangken, lantaran adanja toeakng-toekang gambang liar, kesenian Peranakan Tionghoa aseli, jaitoe permaenan gambang dengan noot, soeda ampir mati. Kerna toekang-toekang gambang itoe telah meroesak lagoe-lagoe dengen maenken itoe setjara sembarangan oentoek orang-orang moeda mengibing sambil mabok-mabokan jang merendahken deradjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentoe sadja hal ini membikin orang jang tida mengarti kesenian gambang, jang sebetoelnja sanget haloes dan tinggi, djadi anggep, semoea orang jang soeka maen gambang ada orang-orang jang moraalnja rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toean Khoe Siauw Eng memang mengarti kesenian gambang dan ia njataken soeka trima diangkat mendjadi ketoea dari perkoempoelan Ngo Hong Lauw, jang itoe waktoe clubgebouwnja berada di Gang Torong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerna toean Khoe Siauw Eng sanget populair dalem masjarakat Tionghoa, dalem sedikit waktoe sadja Ngo Hong Lauw soeda mempoenjai anggota boekan sedikit. Dari sebab clubgebouwnja di Gang Torong ada terlaloe ketjil, toean Khoe telah menjewa satoe gedong di Gang Boeroeng. Di sini saban hari Minggoe atawa hari besar, orang bisa liat orang-orang berpangkat, hartawan dan orang orang dagang bangsa Tionghoa berkoempoel boeat mendengerken lagoe-lagoe doeloe dari gambang kromong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maskipoen Ngo Hong Lauw ada mempoenjai anggota banjak, boeat ongkos hidoep itoe pemaen-pemaen gambang, marik di-idjinken trima panggilan dari publiek Tionghoa jang hendak bikin pesta mengawinken atawa shedjit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktoe toean Khoe Siauw Eng meninggal doenia, tida ada satoe offcier Tionghoa jang soeka gantiken djabatannja di Ngo Hong Lauw, lantaran mana tenaga keoewangan perkoempoelan ini semingin serat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menoeroet keterangan toean Nio Djit Seng, pemimpin sekarang dari Ngo Houw Lauw, dalem djeman pendoedoekan Djepang Ngo Hong Lauw telah dapetken crisis besar. Beroentoeng dengen ketegoehan hatinja toean-toean Tan Liauw Lioe dan Nio Djit Seng, Ngo Hong Lauw masiah bisa kasi denger pada oemoem kesenian Peranakan Tionghoa dari ratoesan taon blakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedoea toean-toean itoe sanget menjesel, Peranakan Tionghoa jang mengarti hoeroef Tionghoa tida hargai kesenian ini, jang kalangannja sekarang amat terwates, jaitoe kota Djakarta, sepoeternja Tangeran dan sepoeternja Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaloe di Semarang ada djoega Gambang Semarang, itoe asalnja tjangkokan dari orang-orang Djakarta. Apa jang di Djakarta dinamaken "Lagoe Kramat Karem" di Semarang diseboet "lagoe&lt;br /&gt;Eng-ong (Iseng-iseng)". Seperti di Tiongkok poenja lagoe "Soemia" kita di Djakarta namaken "Lagoe Dajoen Sampan"!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;Diketik ulang dari majalah Pantja Warna no. 9 Juni 1949, halaman 37 - 39.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber http://anaknagaberanaknaga.info&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-114708263091111720?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/114708263091111720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=114708263091111720' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114708263091111720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114708263091111720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/05/orkest-gambang-hasil-kesenian-tionghoa.html' title='&lt;b&gt;Orkest Gambang, Hasil Kesenian Tionghoa Peranakan di Djakarta &lt;/b&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-114403005740463266</id><published>2006-04-02T19:02:00.000-07:00</published><updated>2006-04-02T19:07:37.420-07:00</updated><title type='text'>PONDOK GEDE</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1775 seorang Belanda bernama Hooyman membangun sebuah gedung        dengan selera campur aduk antar gaya Eropa dengan corak Jawa. Dituturkan        oleh penulis Belanda bahwa interiornya dibuat dengan selera tinggi, kusen        pintu dan jendela diberi ukiran indah serta       langit-langit dan dindingnya diperelok denga pigura artifisial. Karena        rumah ini besar, sekalipun pemiliknya merendah dengan menyebut Pondok,        tetapi masyarakat setempat memanggil langoed tersebut sebagai Pondok Gede.        Keberadaan Hooyman tidak banyak diceritakan dalam sejarah Pondok Gede.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Seperempat abad kemudian kepemilikan &lt;i&gt;langoed&lt;/i&gt; Pondok Gede ini jatuh        ke tangan Lendeert Miero. Dan ini orang yang aneh alias kontroversial.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Toean tanah Lendeert Miero alias Juda Leo Ezekiel adalah orang Yahudi asal        Polandia yang ikut mencari nafkah di Betawi. Ia datang ke Betawi dalam        keadan lontang-lantung, dan bisa bangkit menjadi Tuan Tanah kaya raya.        Selain langoed Pondog Gede ia juga memiliki sebuah rumah mewah yang sampai        sekarang (2003) masih bisa disaksiken kehebatannya. Gedung Arsip Nasional        di terletak jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Setelah hidup sukses, kerjanya sehari-hari hanya bersenang-senang dan        berpesta. Maklum kalau menurut pitutur Robert "Rich Dad Poor Dad" uang        sudah bekerja untuknya. Salah satu kesenangan Lendeert adalah mengundang        ratusan tamu bukan untuk merayakan hari ulang tahunnya melainkan hari        kepedihannya. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lho kok kepedihan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rupanya di masa mudanya ia pernah        menjalani hidup susa(h) ia pernah jadi opas jaga atau centeng. Suatu hari        ia terlanggar apes, kedapatan menggeros (tidur nyenyak) waktu jam kerja        sehingga mendapat hukuman sebanyak 50 kali sabetan rotan dipantatnya.        Cambukan ini dianggap       pemicu untuk segera lepas landas dari kemiskinan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Ia berhasil...&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Sekalipun memiliki rumah di Betawi, tetapi ia sering mengunjungi istananya        di Pondok Gede. Orang setempat menyebutnya pondok yang gede sehingga        kawasan itu terkenal dengan nama Pondok Gede. Lendeert meninggal dalam        usia 79 tahun dan dimakamkan di samping rumahnya di       Pondok Gede. Tetapi makam itu dibongkar dan dijadikan rumah hunian        penduduk. Bahkan nisannyapun dicongkel untuk umpak-umpak rumah. Kalau soal        merusak kita bisa diunggulkan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Rumahnya yang gede, pada 1992 dirobohkan untuk dijadikan Toserba.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;      Banyak pihak yang menyayangkan pembongkaran tersebut, tetapi siapa perduli        dengan sejarah. Jadi kalau ada yang bertanya, kenapa namanya Pondok Gede        padahal pondoknya tidak ada. Itulah jawabannya&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Toelisannja Mimbar Sepoetro- Joeni 2003 &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-114403005740463266?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/114403005740463266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=114403005740463266' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114403005740463266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114403005740463266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/04/pondok-gede.html' title='&lt;h2&gt;&lt;center&gt;PONDOK GEDE&lt;/center&gt;&lt;/h2&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-114387241892869867</id><published>2006-03-31T20:52:00.000-08:00</published><updated>2006-03-31T22:23:04.403-08:00</updated><title type='text'> PLESIRAN KE BANDOENG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/Bdg-Asia-Afrika.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/320/Bdg-Asia-Afrika.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Djalan Asia Afrika)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita maen-maen nyok ke daerah yang lebih tinggi. Lewat Pucak pass, Cipanas, Cianjoer, Padalarang trus sampe deh. Emang lagi di mana sih kita nih? Ooo sekarang kita mau plesiran di Bandoeng Djawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kota dikenal juga sebagai &lt;i&gt;Paris van Java&lt;/i&gt; artinya kota Parisnya pulau Jawa. Maksudnya apa tuh? Mungkin karena di kota ini banyak terdapat cafe, hotel, restorant, tempat jajanan, pusat-pusat mode sampai tempat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi orang. Selain itu di kota ini banyak terdapat bangunan-bangunan tua bersejarah peninggalan pemerintah Netherland East Indie jaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah klo mau tau sejarahnya ini kota, mendingan ente baca-baca aja di sini &lt;a href="http://www.geocities.com/bandungcity/history.htm"&gt;http://www.geocities.com/bandungcity/history.htm.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain udaranya yang seger, di Bandung juga banyak terdapat makanan-makanan khas Sunda yang nikmat sekali. Waaahhh.... kagak asik dah klo cuma diceritain. Mending ente-ente pada siapin perbekalan buat plesir ke sono, OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img86.imageshack.us/img86/1444/bdgbanceuy7bz.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Enak nih naek sepeda di sekitar banceuy&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img322.imageshack.us/img322/8537/bdgbraga6zl.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sudut lain jalan Braga&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img435.imageshack.us/img435/8587/bdgkantorpos5af.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ini kantoor Post guede banget ya&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img336.imageshack.us/img336/3164/bdghotelhomann9qy.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt; Nginep semaleman aja di sini&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img81.imageshack.us/img81/8679/bdgpreanger3fq.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Ini Hotel preager, mewah banget&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img449.imageshack.us/img449/5092/bdgpostweg3dh.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Naik Delman, anti macet, anti polusi&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img417.imageshack.us/img417/2857/bdgitb3pq.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;kampus ITB&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;courtesy : http://www.geocities.com/bandungcity/&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-114387241892869867?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/114387241892869867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=114387241892869867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114387241892869867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114387241892869867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/03/plesiran-ke-bandoeng.html' title='&lt;CENTER&gt; &lt;H1&gt;PLESIRAN KE BANDOENG&lt;/H1&gt;&lt;/CENTER&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-114319081396009231</id><published>2006-03-23T23:50:00.000-08:00</published><updated>2006-03-31T20:50:33.116-08:00</updated><title type='text'>HOTEL DES INDES</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/desindes1957.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/320/desindes1957.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang menganggap Hotel des Indes sejajar dengan Hotel Raffles di Singapura. Hanya bedanya, Hotel Raffles tetap lestari hingga sekarang dan menjadi pilihan utama tamu-tamu eksklusifnya. Seperti halnya Gedung Harmonie, peranan Hotel des Indes dalam sejarah kolonial amat besar. Perundingan Indonesia-Belanda pernah beberapa kali diadakan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian hotel yang dianggap tertua adalah dependance atau paviliun sebelah selatan yang biasanya dipakai untuk resepsi atau pameran. Sebelum menjadi paviliun, bangunan itu merupakan rumah peristirahatan Moenswijk. Berasal dari nama pemilik pertama gedung itu, Adriaan Moens, pejabat VOC yang kaya raya.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i2.photobucket.com/albums/y4/sicklifehood/050323oth/050826DesIndes/indesfront1925.jpg" align="left " height="280" width="440" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar tanah hotel merupakan milik Reinier de Klerk. Pada tahun 1774 Klerk menjual tanah dan rumah di atasnya kepada C Postmans. Pada tahun 1778 beralih lagi kepada pemilik baru, keluarga GJ van der Parra. Setelah beberapa kali berganti pemilik, pada tahun 1824 rumah itu dibeli oleh pemerintah dari DJ Papet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada tahun 1828 rumah itu dibeli oleh dua pengusaha perhotelan Prancis, A Chaulan dan JJ Didero. Awalnya, bekas rumah tadi dijadikan Hotel Chaulan, kemudian Hotel de Provence (1835). Manajemen baru di bawah pimpinan C Denninghoff menggantinya menjadi Hotel Rotterdamsch (1854).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel des Indes diresmikan pada 1 Mei 1856. Pada tahun 1888 hotel itu beralih ke pemilik baru, Jacob Lugt. Lugt mulai memperluas hotel secara besar-besaran dengan membeli tanah-tanah di sekitarnya. Namun, karena terlalu berani berspekulasi, Lugt kesulitan keuangan (1897).&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.engelfriet.net/Alie/Hans/indesfront1870.jpg" align="right" height="300" width="450" /&gt; Sejak itu Hotel des Indes dijadikan perseroan terbatas dan mulai dilakukan perluasan. Pada tahun 1930-an sampai 1950-an Hotel des Indes merupakan hotel mewah di Jakarta. Peranannya semakin menurun ketika Pemerintah Indonesia mengambil alih hotel tersebut dan mengganti namanya menjadi Hotel Duta Indonesia. Ketika itu hotel berfungsi menampung pegawai negeri yang tidak memperoleh perumahan. Setelah itu namanya semakin tenggelam, terlebih ketika berdiri Hotel Indonesia di pusat kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah hotel ini dimulai tahun 1828, ketika dua kontraktor Prancis membeli persil tanah Moenswijk yang kala itu merupakan salah satu rumah peristirahatan 'jauh' di luar kota. Moenswijk berasal dari nama pemilik pertamanya, Adriaan Moens, seorang direktur jenderal VOC kaya raya. Dua pengusaha Prancis itu bernama Surleon Antoine Chaulan dan JJ Didero. Nama Chaulan kemudian diabadikan untuk nama Jl Kemakmuran yang berdekatan dengan hotel tersebut. Dan kini menjadi Jl Hasyim Ashari, itu pendiri NU kakeknya Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel des Indes, mula-mula dikenal dengan Hotel Chaulan, kemudian Hotel de Provence (1835) untuk menghormati daerah pemiliknya. Kemudian Rotterdamsch Hotel (1854). Nama Hotel des Indes yang membawanya ke puncak ketenaran diresmikan 1 Mei 1856. Menurut Dr de Haan, penulis buku Oud Batavia nama baru itu merupakan kasak kusuk penulis Multatuli dengan pemilik hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-18 dan 19 banyak orang kaya terutama para pejabat Kompeni yang membangun rumah-rumah peristirahatan (landhuis) disepanjang Molenvliet. Termasuk rumah peristirahatan Reinier de Klerek (sekarang Gedung Arsip Nasional) yang letaknya tidak lebih tiga kilometer dari Glodok. Kala itu, untuk menempuh jarak tersebut dari pusat kota (Pasar Ikan) ditempuh selama tiga jam dengan kereta kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penyerahan kedaulatan, Bung Karno mengganti nama Hotel des Indes jadi Hotel Duta Indonesian (HDI). Hotel ini pada masa akhir pendudukan Jepang, pernah menjadi tempat menginap para anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang dalam sidangnya pada 18 Agustus 1945 di Pejambon, menetapkan UUD 1945, memilih Bung Karno dan Bung Hatta sebagai presiden dan wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.engelfriet.net/Alie/Hans/desindesklein.jpg" align="right" height="218" width="340" /&gt;Di samping terkenal dengan makanannya terutama rijstafel dan berbagai masakan Eropa lainnya, hotel setiap malam menampilkan artis tahun 1950-an dan 60-an dalam berbagai acara hiburan. Pada tahun tersebut, beberapa diplomat asing yang menghadapi kesulitan perumahan di Jakarta, tinggal dan berkantor di Hotel des Indes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel ini letaknya berdekatan dengan gedung BTN dan Jl Jaga Monyet (kini Jl Suryopranoto). Dulu di sini terdapat benteng penjagaan. Konon, karena lebih sering menjaga monyet-monyet yang berkeliaran katimbang musuh, dinamakan Jaga Monyet. Maklum pada abad ke-18 daerah ini masih hutan belukar. Banyak yang menyayangkan kenapa nama Jaga Monyet diganti. Sampai kini mereka yang berusia lanjut lebih masih mengenal Jaga Monyet katimbang Jl Suryopranoto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-114319081396009231?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/114319081396009231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=114319081396009231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114319081396009231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114319081396009231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/03/hotel-des-indes.html' title='&lt;center&gt;&lt;h1&gt;HOTEL DES INDES&lt;/h1&gt;&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-114284810626464090</id><published>2006-03-20T01:44:00.000-08:00</published><updated>2006-03-23T17:13:10.826-08:00</updated><title type='text'>OUD BATAVIA</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.capurromrc.it/mappe/!25batavia.jpg" width="400" height="200"&gt;&lt;br /&gt;KOTA Batavia lama (oud Batavia) wilayahnya tidaklah begitu luas. Dahulu, kota dikelilingi tembok dan parit. Luasnya dari daerah sekitar Menara Syahbandar di Pasar Ikan sampai Jl. Asemka - Jl. Jembatan Batu sekarang. Rencana kota Batavia ini dirancang oleh Simon Stevin atas permintaan dewan pemerintah VOC di Belanda (1618). Dalam benak JP. Coen, Batavia akan dijadikan ibukota suatu kerajaan perdagangan raksasa dari Tanjung Harapan sampai Jepang dengan orang Belanda yang memonopolinya. Ia juga memerintahkan untuk membangun Galangan Kapal dan rumah sakit, berbagai rumah penginapan dan toko (di P.Ontrust), dua buah gereja (di dalam dan di luar benteng) dan sebuah sekolah (tidak jelas lokasinya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua mimpi Coen membuahkan hasil. Coan yang adalah pendiri Batavia terlampau dianggap kontroversial serta bahkan oleh sejarahwan kolonial abad ke-20, J.A.van den Chijs, dikatakan bahwa "namanya selalu berbau darah." Namun, terlepas dari semua itu, pada ulang tahun Batavia ke 250 (1869) di Waterloo Plein (Lapangan Banteng), dibangunkan patung JP Coen yang berpose gaya Napoleon. Namun, pada masa perang, orang Jepang melebur patung tersebut menjadi logam tua. &lt;br /&gt;Adapun pusat kotanya adalah bekas Balai Kota, kini Museum Sejarah. Bangunan bertingkat dua yang menjadi pusat kota lama itu diselesaikan pada 1712. Namun, dua tahun sebelumnya telah diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck (1653-1713). Tentang bangunan itu sendiri sebetulnya merupakan Balaikota kedua dari Balikota pertama yang lebih kecil serta sederhana dan didirikan pada 1620 serta hanya bertahan selama beberapa tahun. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.nvva.nl/renekrul/catalogs/batavia.stadhuis.batavia.jpg" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya kegiatan-kegiatan di dalam Balaikota selain mengurus masalah pemerintahan juga mengurus masalah perkawinan, peradilan dan perdagangan sehingga dahulu masyarakat mengenalnya sebagai "Gedung Bicara". Kemudian, Balaikota ini juga menjadi penjara yang sangat menyeramkan di samping juga digunakan sebagai pusat milisi atau schutterij dari tahun 1620 sampai 1815. Komandannya adalah ketua Dewan Kotapraja. Milisi terdiri dari jurutulis dan warga kota Belanda lain, orang Mardijker dan kompi-kompi pribumi dari suku yang berbeda. Terdapat antara lain, milisi orang Jawa, orang Bugis, orang Melayu dan orang Bali. Pos komando milisi itu ada di dalam Balaikota, dan lapangan di muka digunakan sebagai tempat latihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Agustus 1816 Balai Kota menjadi tempat peristiwa bersejarah: Sir John Fendall mengembalikan Hindia kepada Belanda, sehingga berakhirlah pemerintahan sementara Inggris (1811-1816). Pada tahun 1925 gedung Balaikota ini menjadi kantor pemerintahan Propinsi Jawa Barat sampai Perang Dunia II. Pemerintah kotapraja Batavia pindah ke tempatnya sekarang di Medan Merdeka Selatan di samping gedung bertingkat Pemerintah DKI Jakarta sekarang. Seusai Perang Dunia II, gedung Balai Kota itu dipakai sebagai markas tentara (Kodim 0503). Sewaktu Ali Sadikin menjadi gubernur, gedung dipugar dengan sangat baik, dan sejak 1974 menjadi Museum Sejarah Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, bentuk kota Batavia awal direncanakan sesuai dengan kebiasaan Belanda, dengan jalan-jalan lurus dan parit-parit. Pengembangan kota ini pun tidak surut walaupun pada tahun 1627 dan 1629 kota Batavia dikurung tentara Mataram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal JP Coen (1629), perkembangan kota makin pesat di bawah Gubernur Jendral Jacques Specx. Kali Besar yang semula berkelok diluruskan menjadi parit terurus dan lurus menerobos kota. Kastil atau benteng yang adalah tempat kediaman dan kantor pejabat tinggi pemerintah VOC di keempat kubunya ditempatkan meriam serta tentara untuk menjaga kediaman pejabat tinggi itu serta barang-barang berharga yang tersimpan di balik tembok kuatnya. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/nedindie/BataviametKasteel2.jpg" align="right"&gt;&lt;br /&gt;Di seberang kali Besar dan kubangan yang menjorok ke barat laut, didirikan Bastion Culemborg untuk mengamankan pelabuhan. Bastion atau kubu ini sekarang masih ada. Pada tahun 1839 Menara Syahbandar didirikan di dalamnya. Di belakang tembok kota, yang mulai berdiri dari Culemborg lalu mengelilingi seluruh kota sampai tahun 1809, dibangun berbagai gudang di tepi barat (pertengahan abad ke-17). Gudang-gudang ini dipakai untuk menyimpan barang dagangan seperti pala, lada serta kemudian kopi serta teh. Sebagian besar gudang penting ini sekarang digunakan sebagai Museum Bahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tua dari semua gudang tersebut adalah Compagnies Timmer-en Scheepswerf (Bengkel Kayu dan Galangan Kapal Kumpeni). Tanah tempat Museum Bahari berdiri pada waktu galangan ini mulai beroperasi masih merupakan rawa-rawa dan empang. Galangan kapal sudah berfungsi di tempat sekarang ini juga sejak 1632, di atas tanah urukan di tepi barat Kali Besar. Sampai penutupan Ciliwung di Glodok (1920), Kali Besar ini menyalurkan air Ciliwung ke Pasar Ikan. Tetapi, kini hanya air Kali Krukut sajalah yang mengalir melalui Kali Besar. &lt;br /&gt;&lt;img src="http://voc-kenniscentrum.nl/images/batavia.jpg" align="left"&gt;&lt;br /&gt;Tentang Kali Besar ini, hingga awal abad ke-18 merupakan daerah elit Batavia. Di sekitar kawasan ini juga dibangun rumah koppel yang dikenal kini sebagai Toko Merah, karena balok, kusen dan papan dinding dalamnya dicat merah. Rumah ini dibangun sekitar tahun 1730 oleh G.von Inhoff sebelum ia menjabat gubernur jenderal. Pada abad ke-18 ini pula, Batavia menjadi termasyhur sebagai Koningin van het Oosten (Ratu dari Timur), karena bangunannya dan lingkungan kotanya demikian indah bergaya Eropa yang muncul di benua tropis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada akhir abad ke-18, citra Ratu Timur itu menurun drastis. Willard A. Hanna (Hikayat Jakarta) mencatat, bahwa kejadian itu diawali oleh gempa bumi yang bukan main dahsyatnya, malam tanggal 4 dan 5 November 1699, yang menyebabkan kerusakan besar pada gedung-gedung dan mengacaukan persediaan air dan memporak-porandakan sistem pengaliran air di seluruh daerah. Gempa itu disertai letusan-letusan gunung api dan hujan abu yang tebal, yang menyebabkan terusan-terusan menjadi penuh lumpur. Aliran sungai Ciliwung berubah dan membawa sekian banyak endapan ke tempat dimana sungai itu mengalir ke laut, sehingga kastil yang semula berbatasan dengan laut, seakan-akan mundur sedikit-dikitnya 1 kilometer ke arah pedalaman. &lt;br /&gt;Sebagian untuk menanggulangi masalah-masalah penyaluran air dan sebagian pula untuk membuka daerah baru di pinggiran kota, pihak berwajib telah mengubah sistem terusan yang ada secara besar-besaran. Pembukaan terusan baru yang penting tepat di sebelah selatan kota pada tahun 1732, jatuh bersamaan waktunya dengan wabah besar pertama suatu penyakit, yang sekarang diduga adalah malaria, suatu bencana baru bagi penduduk kota, yang berulang kali menderita disentri dan kolera (pada zaman itu belum diketahui, setidaknya di Batavia, bahwa kuman dalam air akan mati kalau air dimasak sampai mendidih, namun menurut de Haan penduduk Banjarmasin pada 1661 dan Ambon akhir abad ke-17 sudah memasak air untuk membunuh bakteri, walaupun binatang ini belum dikenal. Sejak 1744 pasien di rumah sakit diberi teh dan kopi, karena air putih sudah tercemar. Pada tahun 1753 Gubernur Jenderal Mossel atas nasehat seorang dokter menganjurkan supaya air kali dipindahkan dari tempayan ke tempayan dengan membiarkan kotorannya mengendap sampai tampak bersih. Lalu tidak usah dimasak. Sampai akhir abad ke-19 banyak orang tak peduli dan minum air Ciliwung begitu saja). &lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.engelfriet.net/Alie/Hans/indesfront1863.jpg" align="right" height="150" width="450"&gt; &lt;br /&gt;Hampir tidak dapat dibayangkan betapa tidak sehatnya daerah kota dan sekitarnya pada abad ke-18. Orang-orang kaya memang mampu meninggalkan rumah mereka di Jl. Pangeran Jayawikarta (Jayakarta) dan pindah ke selatan, ke kawasan Jl. Gajah Mada dan Lapangan Banteng sekarang. Tetapi tidak demikian halnya dengan orang miskin, sehingga bahkan tidak mampu lagi untuk dikubur secara layak. Dan, mereka pun kemudian dikubur di pekuburan budak-belian, di lokasi yang kini menjadi tempat langsir Stasiun Kota di sebelah utara Geraja Sion. Karena itu pula, Batavia di akhir abad ke-18 mendapat julukan baru sebagai Het Graf der Hollander (kuburan orang Belanda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat berikutnya, sesudah 1798, banyak gedung besar di dalam kota juga kampung lama para Mardijker yang digunakan sebagai 'tambang batu' untuk membangun rumah baru di daerah yang letaknya lebih selatan. 'Tambang batu' ini terjadi karena begitu banyak orang susah mendapatkan makanan dan karena wilayah di selatan kota tengah dibangun, maka orang-orang miskin kala itu banyak yang menggugurkan rumahnya dan menjual bebatuannya untuk memperoleh makanan. Dan, John Crawfurd dalam bukunya Descriptive Dictionary of the Indian Islands and Adjacent Countries (London, 1856) menuliskan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang Belanda tidak memperhatikan perbedaan sekitar empat puluh lima derajat garis lintang, waktu mereka membangun sebuah kota menurut model kota-kota Belanda. Apalagi kota ini didirikan pada garis lintang enam derajat dari khatulistiwa dan hampir pada permukaan laut. Sungai Ciliwung yang dialirkan melalui seluruh kota dengan kali-kali yang bagus, tak lagi mengalir karena penuh endapan. Keadaan ini menimbulkan wabah malaria, yang terbawa oleh angin darat bahkan ke jalan-jalan di luar kota. Akibatnya, meluaslah penyakit demam yang mematikan. Keadaan ini diperparah - delapan puluh tahun sesudah Batavia didirikan - oleh serentetan gempa bumi hebat yang berlangsung pada tanggal 4 dan 5 November 1699. gempa tersebut menyebabkan terjadinya longsoran gunung, tempat pangkal sumber air ini. Aliran airnya terpaksa mencari jalan baru dan banyak lumpur terbawa arus. Tak pelak lagi, kali-kali di Batavia, bahkan tanggul-tanggulnya, penuh dengan lumpur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan keadaan buruk itu baru dilaksanakan waktu pemerintahan Marsekal Daendels pada zaman Prancis tahun 1809 (zaman Prancis sesungguhnya hanya berlangsung dari bulan Februari sampai Agustus 1811). Penanggulangan tersebut diteruskan sampai pada 1817 di bawah pemerintahan Belanda yang ditegakkan kembali. Banyak kali ditimbun dan kiri-kanan sungai dibentengi tanggul sampai sejauh satu mil masuk teluk. Operasi yang dilanjutkan oleh para insinyur yang cakap, berhasil menormalkan arus sungai tersebut. Sesudahnya Batavia tidak kurang sehat daripada kota pantai tropis manapun. Bagian kota yang baru atau pinggiran kota tidak pernah mempunyai reputasi jelek." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada 9 Mei 1821 Bataviasche Courant melaporkan, bahwa 158 orang meninggal akibat kolera di kota dan tiga hari kemudian 733 korban lagi di seluruh wilayah Batavia. Rumah sakit masih sangat jelek dan hanya orang-orang yang sangat kuat saja yang dapat meninggalkan bangsal rumah sakit dalam keadaan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi ini menjadi akhir kisah Oud Batavia dan menjadi awal pembentukan Niew Batavia (Batavia Baru) di tanah Weltevreden (sekitar Gambir sekarang ini). Inilah tragedi mengerikan tentang sebuah kota akibat kegagalan penduduknya dalam mengelola lingkungan hidup. Akankah tragedi ini terulang? Semua bergantung pada kearifan kita dalam memahami alam lingkungan yang serba terbatas di hadapan nafsu manusia yang kerap melampaui batas sewajarnya.**&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-114284810626464090?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/114284810626464090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=114284810626464090' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114284810626464090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114284810626464090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/03/oud-batavia.html' title='&lt;center&gt;&lt;h1&gt;OUD BATAVIA&lt;/h1&gt;&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-114233126519085964</id><published>2006-03-14T01:33:00.000-08:00</published><updated>2006-03-18T00:11:57.626-08:00</updated><title type='text'>METROPOLITAN WELTEVREDEN</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img src="http://img66.imageshack.us/img66/5286/artdeco106je.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;PADA tahun 1648, pemerintah kolonian Hindia Belanda memberikan tanah yang kini menjadi pusat kota Jakarta pada Anthonij Paviljoun. Dan kemudian, pada 1657, sebuah benteng kecil yang disebut Noordwijk didirikan di kawasan yang kini letaknya tidak jauh dari Jl. Pintu Air Raya dan pekarangan Masjid Istiqlal. Keberadaan benteng ini dimaksudkan untuk mengantisipasi sisa-sisa tentara Mataram dan patroli tentara Banten yang masih cukup banyak kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik tanah Paviljoen berikutnya adalah Cornelis Chastelein, seorang anggota Dewan Hindia (1693). Ia membeli banyak budak dari raja-raja Bali untuk membuka persawahan. Chastelein, termasuk orang pertama di Indonesia yang berusaha mengembangkan sebuah perkebunan kopi di tengah-tengah kota Jakarta saat ini. Rumah-rumah persitirahatan kecil, yang terletak di tanah yang kini dipakai oleh Rumahsakit Pusat Angkatan Darat, dinamainya Weltevreden (Benar-benar puas). Nama ini kemudian diberikan kepada hampir seluruh daerah Jakarta Pusat sekarang sampai masa Pendudukan Jepang (1942).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1733, Justinus Vinck membeli tanah luas Weltevreden dan membuka dua pasar besar, yakni Pasar Senen dan pasar Tanah Abang. Pada tahun 1735, ia menghubungkan kedua pasar tersebut dengan sebuah jalan, yang sekarang disebut Jl. Prapatan dan Jl. Kebon Sirih yang juga merupakan jalur penghubung timur-barat pertama di Jakarta Pusat kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik berikutnya, Gubernur Jenderal Jacob Mossel (1704-1761), membangun rumah mewah di tikungan Ciliwung. Mossel juga menggali Kali Lio untuk memudahkan sekoci kecil mengangkut kebutuhan pasar. Pada 1767, rumah Weltevreden dibeli Gubernur Jenderal van der Parra. Kala itu, sebuah kampung di sekitar pasar telah terbentuk. Namun, tanah itu kemudian dijual lagi pada gubernur jenderal VOC terakhir, van Overstraten. Sejak masa itu, Weltevreden menjadi kedudukan resmi gubernur jenderal dan pemerintahannya. Di samping itu, markas militer akan dibangun pula di kawasan ini. Inilah langkah penting dalam pengembangan kota Jakarta selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;img src="http://img70.imageshack.us/img70/8338/artdeco158aj.jpg" align="right" /&gt;&lt;br /&gt;Daerah sekitar Istana Weltevreden (di sekeliling Pasar Senen dan Lapangan Banteng sekarang) pada awal abad ke-19 sudah menggantikan kota sebagai pusat militer dan pemerintahan. Karena itu, makin banyaklah orang meninggalkan kota yang mulai tidak sehat itu, akibat tertimbunnya kali dengan lumpur, pendangkalan karena pembuangan kotoran, sampah serta ampas tebu serta oleh pasir Gunung Salak setelah ledakannya pada 1699 serta oleh salah urus, misalnya akibat penggalian Mookervaart (kini Kali Pesing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah Overstraten memutuskan untuk membangun markas militer baru, dua belas batalion Prancis tiba dari Pulau Mauritius. Para tentara ini ditempatkan di daerah antara Jl. Dr. Wahidin dan Kali Lio. Sampai beberapa tahun yang lalu, daerah bekas Jl. Siliwangi I - V masih merupakan daerah perumahan personel militer. Dan, sejak abad ke-18 selalu terdapat tangsi-tangsi di sekitar Lapangan Banteng (kini tinggal markas Korps Komando (KKO) Marinir; Brimob dan RSPAD). Sejak saat inilah Lapangan Banteng disebut Paradeplaats, yakni lapangan untuk mengadakan parade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal pemerintahan Daendels (1809), ia telah mulai membangun sebuah istana yang besar dan megah di lapangan banteng dan kini dipakai Departemen Keuangan. Daendels bermaksud menjadikan istana ini sebagai pusat ibukota barunya di Weltevreden. Istana dirancang oleh Kolonel J.C.Schultze. Adapun bahan bangunannya diambil dari benteng lama atau Kasteel Batavia yang mulai dirobohkan pada 1809. Namun, bangunan ini baru dapat diselesaikan pada 1826 dan 1828 oleh Insinyur Tromp atas perintah Pejabat Gubernur Jenderal Du Bus de Ghisignies. Di sebelah utara istana didirikan gedung Hoogeregtshof (Mahkamah Agung).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada awal pemerintahan Daendels (1809), ia telah mulai membangun sebuah istana yang besar dan megah di lapangan banteng dan kini dipakai Departemen Keuangan. Daendels bermaksud menjadikan istana ini sebagai pusat ibukota barunya di Weltevreden. Istana dirancang oleh Kolonel J.C.Schultze. Adapun bahan bangunannya diambil dari benteng lama atau Kasteel Batavia yang mulai dirobohkan pada 1809. Namun, bangunan ini baru dapat diselesaikan pada 1826 dan 1828 oleh Insinyur Tromp atas perintah Pejabat Gubernur Jenderal Du Bus de Ghisignies. Di sebelah utara istana didirikan gedung Hoogeregtshof (Mahkamah Agung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1828 pula, di tengah lapangan banteng didirikan Monumen Pertempuran Waterloo (Belgia), tempat dimana Napoleon mendapatkan kekalahan secara definitif. Dan karena itu pula, lapangan di sekitarnya mendapat nama Waterlooplein (Lapangan Waterloo). Selama abad ke-19, lapangan Waterloo merupakan pusat kehidupan sosial. Orang-orang Batavia pada sore hari berkumpul dengan menunggang kuda atau kerata untuk saling bertemu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;img src="http://img74.imageshack.us/img74/1975/artdeco330wb.jpg" align="left" /&gt;&lt;br /&gt;Untuk latihan militernya, Daendels mengalokasikannya di lapangan Buffelsveld (lapangan kerbau) yang kini menjadi Lapangan Monumen Nasional. Kala itu, mereka menyebutnya sebagai Champs de Mars. Sesudah masa kuasa sementara Inggris, lapangan itu diberi nama baru lagi (1818), yakni Koningsplein (Lapangan Raja), karena gubernur jenderal mulai tinggal di Istana Merdeka (sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Istana Merdeka ini sebetulnya masih relatif lebih muda dibanding Istana Negara yang terletak di kawasan yang sama tetapi menghadap Jl. Veteran. Gedung Istana Negara dibangun untuk J.A. van Braam pada tahun 1796 sebagai rumah peristirahatan luar kota kala itu. Kala itu, kawasan ini merupakan lokasi paling bergengsi di Batavia Baru. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat kediaman Pieter Tency (1794).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung ini sempat menjadi Hotel der Nederlanden, pada masa Raffles gedung menjadi Raffles House, kemudian menjadi Hotel Dharma Nirmala, dan kini setelah dibongkar dibangun gedung Bina Graha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1820 rumah peristirahatan van Braam ini disewa dan kemudian dibeli (1821) oleh pemerintah kolonial untuk dijadikan tempat kediaman gubernur jenderal bila berurusan di Batavia. Sebab, kediaman resminya adalah Istana Bogor. Rumah van Braam atau Istana Rijswijk (namun resminya disebut Hotel van den Gouverneur-Generaal, untuk menghindari kata Istana), dipilih untuk kepala koloni, karena istana Daendels di Lapangan Banteng belum selesai. Dan, setelah diselesaikan pun gedung itu hanya dipergunakan untuk kantor-kantor pemerintah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-19 dan selama bagian pertama abad-20, gubernur jenderal kebanyakan tinggal di Istana Bogor yang lebih sejuk. Tetapi, kadang-kadang harus turun ke Batavia, khususnya untuk pertemuan Dewan Hindia, yang pada abad ke-19 dan ke-20 bersidang di Istana Negara setiap hari Rabu. Dan, baru pada abad ke-19, karena Istana Rijswijk dianggap mulai terasa sesak, dibangunlah istana baru pada kaveling yang sama, khususnya untuk berbagai upacara resmi yang dihadiri banyak orang. Istana tambahan ini menghadap ke Lapangan Merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di depan istana baru ini dalam suatu upacara yang mengharukan pada tanggal 27 Desember 1949 bendera Belanda diturunkan dan Dwikora Indonesia dinaikkan ke langit biru. Pada hari itu, ratusan ribu orang memenuhi tanah lapangan dan tangga-tangga gedung ini dengan diam mematung. Mata mereka terpaku pada tiang bendera dan tanpa malu-malu meneteskan air mata. Tetapi, ketika Sang Merah-Putih menjulang ke atas dan berkibar, meledaklah kegembiraan mereka dan terdengar teriakan: Merdeka! Merdeka! Oleh karena itu diputuskanlah menamai gedung ini Istana Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan atas Kemerdekaan Indonesia ditandatangani di gedung ini pada tahun 1949 oleh Sultan Hamengkubuwono IX dan wakil Ratu Belanda A.H.J. Lovink. Dan, dengan demikian, berakhirlah Perang Kemerdekaan (1945-1949).&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img81.imageshack.us/img81/8002/artdeco255ai.jpg" align="right" /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di seberang Mahkamah Agung, di Jl. Budi Utomo pada 1848 dibangun tempat pertemuan yang kini dipakai Kimia Farma. Tempat pertemuan ini pada 1925 dipindah ke gedung baru yang kini dipakai Bappenas di Taman Suropati. Beberapa meter lebih jauh, di pojokan Jl. Gedung Kesenian dan Jl. Pos berdiri Gedung Kesenian Jakarta. Gedung ini didirikan pada 1821.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung yang pada masa penjajahan Belanda disebut Stadtsschouwburg (teater kota) ini dikenal juga sebagai Gedung Komidi. Sejarah gedung yang berpenampilan mewah ini pernah digunakan untuk Kongres Pemoeda yang pertama (1926). Dan, di gedung ini pula pada 29 Agustus 1945, Presiden RI I Ir. Soekarno meresmikan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan kemudian beberapa kali bersidang di gedung ini pula. Pada masa penjajahan Jepang nama gedung ini diganti menjadi Kiritsu Gekitzyoo, dipakai sebagai markas tentara. Pada tahun 50-an, gedung ini sempat dipakai sebagai ruang kuliah malam Universitas Indonesia. Dan, antara tahun 1968 hingga 1984 digunakan sebagai bioskop dengan nama Bioskop Dana dan kemudian menjadi City Theatre. Dan, setelah dikeluarkannya SK Gubernur KDKI Jakarta No. 24/1984, maka bangunan kuno ini dipugar dan dikembalikan ke fungsi semula sebagai pentas kesenian serta ditetapkan namanya menjadi Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar Lapangan Monumen Nasional, di Jl. Medan Merdeka Barat, terdapat Museum Nasional, kerap lebih dikenal sebagai Museum Gajah. Museum ini didirikan oleh Lembaga Kesenian dan Pengetahuan Batavia (Het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) yang sangat tersohor dan diduga merupakan lembaga ilmiah tertua di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ini menyimpan tidak kurang dari 109.342 koleksi yang berasal dari berbagai kurun. Untuk koleksi zaman neolitik dipamerkan di Ruang Koleksi Pra-Sejarah. Koleksi zaman batu muda itu antara lain, kapak batu persegi yang ditemukan di Sunter dan Kebayoran (No. 2380; 2494;4290); sebuah beliung dari batu akik (No. 4180), mangkuk terakota dari India Selatan yang ditemukan di Buni dekat Babelan (abad ke-2 SM; No. 7049); sebuah ujung tombak dari masa perunggu-besi yang ditemukan di Lenteng Agung (No. 4545); dan alat-alat logam lainnya yang antara lain ditemukan di Kelapa Dua, Tanjung Barat, Pasar Minggu dan Jatinegara. Semua benda yang ditemukan pada lokasi yang sekarang menjadi bagian wilayah DKI Jakarta ini membuktikan bahwa wilayah Jakarta saat ini sudah dihuni orang pada zaman neolitikum. Masa ini berlangsung sejak abad ke 15 SM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;img src="http://img74.imageshack.us/img74/1374/artdeco202ez.jpg" align="left" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Benda tua lainnya yang menjadi koleksi museum ini berasal dari abad ke-5, yakni Prasasti Tugu (No. D 214) dengan pahatan huruf-huruf Palawa yang cukup jelas. Hampir semasa dengan prasasti tersebut adalah dua patung Vishnu yang dipamerkan dalam ruang dekat pintu masuk. Boleh jadi, kedua arca ini merupakan arca tertua jenis itu di seluruh Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua arca ini ditemukan di Cibuaya, sebelah utara Karawang. Dari tahun-tahun terakhir zaman Hindu Sunda Kalapa (nama pertama untuk Jakarta), terdapat batu Padrao, yang berasal dari abad ke-16. Batu ini dipamerkan di sayap selatan gedung utama. Para pelaut Portugis menancapkannya untuk memperingati perjanjian persahabatan antara Kerajaan Pajajaran dan Portugal pada tahun 1522.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian yang kerap membuat kita berdegup adalah koleksi perhiasan emas berlian yang dipadukan dengan bebatuan yang terkenal mahal harganya, sisa peninggalan abad ke-5 hingga ke-15 ketika bangsa-bangsa maju di Asia kala itu, terutama India dan Cina melakukan banyak perjalanan perdagangan ke negeri ini. Terdapat pula singgasana emas para raja dan berbagai perabotan milik para bangsawan. Koleksi emas berlian itu disimpan di ruang khusus yang selalu dijaga petugas keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjagaan ini mulai diperketat sejak koleksi Museum ini digasak oleh Kusni-Kasdut serta penggasak lainnya yang antara lain menguapkan dua puluh benda koleksi keramik Tionghoa yang nilainya sangat mahal sekali. Namun kemudian, pada sekitar tahun 1996 sejumlah lukisan berharga tinggi koleksi Museum Nasional ini diboyong ke Singapura untuk dilelang. Dan, hasil lelangnya kemana, sampai saat ini tidak ada catatan untuk hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki abad ke-20, di Batavia terjadi berbagai perubahan. Dikukuhkannya Undang-Undang Desentralisasi tahun 1903 dan berbagai ordonansi tentang kewenangan lokal dalam pengaturan kota, medorong terjadinya perubahan secara signifikans. Perkembangan kota menjadi demikian pesat, demikian juga pola lingkungan kota, skala ruang-ruang kota dan lain sebagainya yang banyak dipengaruhi oleh hadirnya kereta api, trem, mobil, truk serta jaringan listrik dan telpon. Berbagai prasarana kota dalam skala makro juga mulai digarap. Saluran pengendali banjir atau Banjir Kanal juga sudah mulai dibangun dari Karet-Tanah Abang terus ke laut. Demikian pula rel kereta api yang dimulai dengan jalur tengah dan timur, kemudian ditambah dengan jalur barat melalui Manggarai - Tanah Abang - Duri - Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembangunan Banjir Kanal, perencanaannya telah dilakukan sejak 1870, tidak lama setelah Batavia dilanda banjir besar dan baru pada selesai pada tahun 1920. Dalam asumsi para perencana kota kala itu, Batavia akan dihuni oleh penduduk sebanyak 600 ribu jiwa. Menteng dan Kuningan disiapkan untuk menjadi daerah elit. Tanah Abang untuk orang Arab dan Melayu. Glodok untuk pecinan. Senen untuk daerah perdagangan umum serta untuk kelompok elitnya di Pasar Baru dan Gambir untuk pusat pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Upaya-upaya tersebut, khususnya untuk mengembangkan lingkungan permukiman yang telah teratur dilakukan dengan membeli tanah-tanah partikelir, seperti Menteng, Gondangdia, Kramat Lontar, Jatibaru, Karet dan Bendungan Hilir. Rencana Pengembangan itu ditetapkan tahun 1917-1918. Demikian juga dengan perbaikan kampung yang mulai dilakukan sejak 1925, kemudian terhenti oleh Perang Dunia II dan kemudian diteruskan oleh Pemerintah DKI Jakarta pada 1969 dan terus berlangsung hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengembangan lingkungan permukiman, Niew Gondangdia dan Menteng adalah contoh praktek tata kota modern. Sebuah kota taman yang mulai sepenuhnya mengadopsi mobil dalam tata kota modern, suatu real estate komersial yang pertama menandai liberalisasi ekonomi dan otonomi pemerintahan kota. Ini terutama sekali berkaitan dengan Batavia yang sejak tahun 1926 mendapatkan status kotamadya. Dan Menteng, yang sebenarnya dulu terdiri dari Niew Gondangdia dan Menteng, merupakan salah satu contoh perancangan kota modern pertama di negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;img src="http://img86.imageshack.us/img86/5482/blenda028ww.jpg" align="right" /&gt;&lt;br /&gt;Menteng dibangun oleh developer swasta NV de Bouwploeg yang dipimpin arsitek PJS Moojen yang tampaknya juga merencanakan tata letak dasar keseluruhan kawasan tersebut. Organisasi ini, dalam semangat ekonomi liberal dan otonomi daerah yang sedang marak pada masa itu, mengelola perencanaan dan pembangunan fisiknya, sementara pemerintah kotamadya hanya melibatkan diri dalam pembebasan lahan dan penyediaan jaringan prasarana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas antara Menteng dan Niew Gondangdia adalah kanal drainase yang diapit oleh sekarang Jalan Sutan Syahrir dan Jalan M. Yamin. Rancangan rinci Menteng dilakukan Kubatz, sementara Niew Gondangdia oleh Moojen sendiri. Yang menjadikan acuan bersama kedua arsitek itu dan yang menyatukan kedua bagian kawasan baru itu adalah Jalan Teuku Umar yang membentuk aksis utara-selatan yang sangat kuat. Ketika berkunjung pada tahun 1931, Berlage, arsitek Belanda yang paling terkenal, memberi komentar: 'tampillah suatu keseluruhan menyatu yang menarik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bangunan yang sangat indah dan penting sampai sekarang menandai ujung utara aksis tersebut: kantor de Bouwploeg itu sendiri, yang sekarang menjadi Masjid Cut Meutia, dan gedung kesenian Nederlans-Indische Kunstkring yang sekarang bermasalah sebagai bekas gedung imigrasi Jakarta Pusat. Jelas sekali pentingnya kedua bangunan bersejarah itu sebagai penentu ciri dan karakter keseluruhan kawasan Menteng sekarang sekalipun. Aksis ini diberi hiasan berupa bundaran berikut air mancur di tengah-tengahnya. Ujung selatannya adalah Taman Suropati yang dilengkapi dengan bangunan yang cukup besar dan mengesankan sehingga sebanding dengan kekuatan aksis itu sendiri, yaitu yang sekarang gedung Bappenas. Sepanjang aksis ini berjejer kavling dan rumah-rumah besar yang memperkuat statusnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada Gondangdia Baru, Moojen merupa-rupa pertemuan-pertemuan jalan yang tidak selalu perempatan. Ini dicapainya dengan menggariskan jalan-jalan diagonal dan melengkung yang memotong atau menghentikan jalan-jalan pararel pada arah utara-selatan. Hasilnya adalah keragaman pertemuan jalan yang luar biasa - meskipun agak membingungkan - beserta kavling-kavling sudutnya yang rupa-rupa, yang masing-masing mempunyai hadapan berlainan. Taman Lembang merupakan keharusan teknis (sebagai penampung air) yang berhasil digubah menjadi taman lingkungan yang sampai sekarang boleh dibilang paling indah dan fungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan Kubatz relatif lebih "berdisiplin". Satu bulevard timur-barat (Jalan Imam Bonjol - Diponegoro sekarang) ditambahkan sebagai aksis lagi, dan memotong aksis Teuku Umar di Taman Suropati. Yang juga menonjol pada rancangan Kubatz ini adalah diperkenalkannya ruang-ruang terbuka semi-publik di tengah-tengah blok-blok besar sehingga membentuk lingkungan-lingkungan sekunder yang berbeda. Tipe baru rumah pun muncul: bangunan dua lantai. Umumnya rumah-rumah ini berbentuk bungalow atau vila yang dikelilingi halaman dan memilki teras depan. Rumah-rumah yang besar lantainya berlapis marmer dan jendelnya berkaca warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri bungalow berhalaman keliling ini kini mulai rusak, misalnya di sepanjang Jalan Diponegoro, di mana rumah-rumah baru dibangun seperti istana besar yang tidak menyisakan ruang terbuka di samping dari bawah sampai atas. Thamrin-Sudirman adalah era Soekarno dengan ciri Hotel Indonesia, bundarannya, patung-patung, Senayan dan Ganefo. Kebayoran Baru yang mulai dibangun pada tahun 1949 sejauh delapan kilometer dari Lapangan Monas adalah tata kota modern dengan alusi oriental yang ditandai dengan empat jalan utama yang menyebar dari satu pusat persis ke empat penjuru. Ini adalah karya tata kota pertama seorang Indonesia, Ir M Soesilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayoran Baru mengintegrasikan rumah-rumah besar dengan rumah-rumah kecil di dalam setiap blok: yang besar di luar, di tepi jalan besar, yang lebih kecil di dalam, mengelilingi taman lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;img src="http://img99.imageshack.us/img99/8702/blenda045bb.jpg" align="left" /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, di sekitar Lapangan Medan Merdeka juga terjadi pengembangan cukup menonjol, seperti dibangunnya Kantor Telpon (1909); Gedung Perhubungan Laut, dulu Kantor KPM/Koninklijke Paketvaart Maatschappij (1916); Gedung Departemen Pertahanan dan Keamanan, dulu Sekolah Tinggi Hukum (1928); Gedung Pertamina, dulu Kantor BPM/Bataafsche Petroleum Maatschappij dengan menara yang dibangun pada tahun 1938 dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah areal Lapangan Merdeka tersebut terdapat taman, lapangan olahraga dan beberapa bangunan seperti Stasion Gambir. Salah satu lapangan di sini kemudian dipakai sebagai Pasar Gambir, yang juga dikenal sebagai Jaarmarkt atau Pasar malam yang diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan ini sempat menghilang dan kemudian diadakan kembali pada 1968 dengan nama Jakarta Fair, di lokasi yang kurang lebih sama dan sejak 1992 dipindahkan di bekas Bandar Udara Kemayoran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk tempat-tempat rekreasi yang kala itu dipelihara sangat baik antara lain, Wilhelminapark (komplek Masjid Istiqlal); Frombergspark (depan Mabes AD); Burgemeester Bisschopplein (Taman Suropati); sementara untuk wisata lautnya tersedia pantai Zandvoort (Sampur) yang mulai dikembangkan pada pertengahan abad ke-19 dan sebagainya. Karena itu, Niew Batavia, Metropolitan Weltevreden pun secara meyakinkan mengembalikan gelar, "Ratu Timur" yang terkait dengan Oud Batavia. Ini semuanya merupakan godaan besar bagi Jepang untuk merebutnya dan menjadikannya Bintang Selatan pada Cakrawala Matahari terbit. Malahan, pengunjung-pengunjung dari Inggris, sebagaimana diungkap Willard A. Hanna (Hikayat Jakarta), menganggap Weltevreden cukup baik jika dibandingkan dengan Singapura, yang pada waktu itu dan juga kini, merupakan kota yang patut dipamerkan di khatulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah pemukiman orang-orang Eropa dan Cina, jalan-jalan lebar diaspal dengan baik dan dinaungi pohon-pohon rindang yang secara teratur disapu serta disiram dengan air, sehingga sebagian besar kota itu setiap waktu siap untuk diperiksa kebersihannya. Rumah-rumah yang ada besar dan mewah atau kecil tetapi bersih, semua terletak jauh dari jalanan dengan halaman dan kebun. Lalu lintas kendaraan tidak merupakan masalah; ada beberapa ratus kendaraan bermotor yang akhirnya meningkat hingga beberapa ribu, cukup banyak kereta listrik dan delman yang kemudian punah, dan banyak sekali sepeda, yang kesemuanya tidak pernah menimbulkan kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img89.imageshack.us/img89/52/artdeco110kq.jpg" align="left" /&gt;&lt;br /&gt;Dengan disiplin, kuli-kuli mendorong gerobaknya yang penuh dengan muatan atau memikul barang-barang dengan pikulan bambu, dan secara teratur menepi untuk memberi jalan kepada kendaraan yang lebih penting. Banyak pula orang yang membawa bambu yang diikat menjadi rakit di dalam kanal-kalan atau Kali Ciliwung, sambil berhati-hati agar tidak mengganggu orang yang sedang mandi, mencuci atau buang air. Banyak pejalan kaki membawa payung dari kertas minyak untuk melindungi diri dari terik matahari atau hujan. Di mana-mana terdapat pedagang keliling yang membawa barang jualan, dan menabuh gendang atau seruling, atau gong untuk menarik perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah mudah bagi seorang ibu rumah tangga untuk menunggu tukang sayur, tukang daging, tukang ayam, tukang telur, tukang buah-buahan di rumah daripada pergi ke pasar. Malahan juga tukang-tukang untuk memperbaiki segala macam keperluan rumah tangga, seperti ledeng, listrik, sepatu, lewat di depan rumah, bahkan juga pemangkas rambut, tukang jahit, tukang pijat, pedagang barang-barang antik dan pedagang-pedagang kecil lainnya. Pendeknya, Batavia keadaannya aman dan tenang. Walaupun, kemiskinan dan kemelaratan terlihat dengan nyata, tetapi sama sekali tidak menonjol.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;i&gt;dikoetip dari arsiep sitoesnja Bapedda DKI&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-114233126519085964?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/114233126519085964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=114233126519085964' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114233126519085964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114233126519085964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/03/metropolitan-weltevreden.html' title='&lt;CENTER&gt;METROPOLITAN WELTEVREDEN&lt;/CENTER&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-114069025587541269</id><published>2006-02-22T22:19:00.000-08:00</published><updated>2006-02-23T02:24:15.916-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR MOTRET</title><content type='html'>Ya Ampuuunnn......................udah lama banget gw kagak satronin ini blog.  Abisnya gw kagak sempet-sempet buat kasih tulisan di blog ini. Maklum aja, gw lagi ada hobi baru nih yaitu potret memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan maren gw beli  kamera slr manual di Pasar Baru. Lu tau gak slr artinya apa? SLR singkatan dari Single Lens Reflek ato kalo diterjemahin jadi kamera reflek satu lensa. Ntu tuh, kamera kayak yang dipake om wartawan ato tukang poto keliling. Maksudnye ntu kamera ada satu lensa buat ambil gambar ke filem sekaligus lensa buat kita intip gambar. Jadi gambar yang kita ambil sesuai dengan apa yang kita lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sejak itu gw jadi seneng nih motret-motret. Pokoknya motret apa aja deh yang menurut gw bagus untuk diabadikan. Tapi sayang, gw adang gak ada waktu buat hunting foto di tempat-tempat yang bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dah dulu ya, gw mo hunting foto neeh................................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-114069025587541269?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/114069025587541269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=114069025587541269' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114069025587541269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/114069025587541269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2006/02/belajar-motret.html' title='&lt;center&gt;&lt;h1&gt;BELAJAR MOTRET&lt;/h1&gt;&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113445186884015660</id><published>2005-12-12T17:17:00.000-08:00</published><updated>2005-12-12T22:55:55.026-08:00</updated><title type='text'>PANTJORAN, SOUTH DJAKARTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/pancoran.2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/pancoran.2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kira-kira tahun berapa ya foto ini diabadikan? Sepertinya direkam tidak lama setelah patung itu selesai dibuat. Terlihat di salah satu sudut jalan, masih ada proyek yang sedang dikerjakan. Foto ini diambil dari jalan Jend. Gatot Subroto yang mengarah ke kawasan Kuningan atau Mampang. Atau tepatnya sekarang di depan Gd. Aldiron Dirgantara yang punya lapangan luas itu. Nggak nyangka kalau kawasan Pancoran yang sekarang padat sekali, ternyata dulunya tanah lapang yang luas. Pertama melihat saya sangka ini daerah entah di mana, tapi setelah diperhatikan dengan seksama, saya langsung takjub karena itu daerah yang sering saya lalui.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113445186884015660?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113445186884015660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113445186884015660' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113445186884015660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113445186884015660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/12/pantjoran-south-djakarta.html' title='&lt;center&gt;PANTJORAN, SOUTH DJAKARTA&lt;/center&gt;&lt;br&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113393105493944111</id><published>2005-12-06T20:39:00.000-08:00</published><updated>2005-12-06T20:50:54.940-08:00</updated><title type='text'>FOTO JAWA BARAT DARI SATELIT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/westjava.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/westjava.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini foto pulau Jawa yang diambil dari satelit. Kalau dizoom kelihatan dengan jelas gunung-gunung dan kota-kota nya yang berwarna terang. Yang berwarna hijau itu mungkin persawahan di daerah Karawang sampai Cirebon. Waduk Jatiluhur juga kelihatan sekali tuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113393105493944111?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113393105493944111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113393105493944111' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113393105493944111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113393105493944111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/12/foto-jawa-barat-dari-satelit.html' title='&lt;CENTER&gt;FOTO JAWA BARAT DARI SATELIT&lt;/CENTER&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113392997305957267</id><published>2005-12-06T20:06:00.000-08:00</published><updated>2005-12-06T20:32:53.070-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita tentang problematika rumah tangga kadang bikin puyeng orang yang mendengarnya. Apalagi buat saya yang masih ngebujang kayak gini. Biasanya sih saya rada nggak pedulu klo ada orang yang ngomongin urusan rumah tangga orang lain. Klo masih bisa dibantu ya saya akan bantu dengan ikhlas, tapi klo mencangkup hal yang pribadi banget, mending mejauh aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saat ini, saya dihadapkan pada cerita tak sedap yang menimpa keluarga salah seorang sahabat saya. Kisahnya nggak mungkin saya ceritakan di sini, tapi cuma mau mengambarkan betapa seseorang yang kita anggap perfect ternyata masih bisa terjebak pada sebuah permasalahan yang kompleks. Saya memang tak akan pernah ikut campur, bahkan kawan saya itu pun tak tahu kalau saya telah mendengar kisahnya, tapi sebagai seorang sahabat lama ada sedikit yang membuat ganjalan di hati saya. Kadang saya takut apakah hal itu bisa menimpa saya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kecil dulu, ibu saya pernah berpesan agar saya selalu belajar dari kehidupan orang lain. Sebagai anak bungsu, saya bisa belajar banyak dari kehidupan kakak-kakak saya yang lain. Bagaimana mereka menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Mungkin kita tidak bisa merasakan secara langsung apa yang mereka rasakan. Tapi sebagai orang dekat, kita bisa mengambil hikmah dan mengambil apa yang terbaik buat kita dari kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum tahu kapan saya akan memimpin sebuah keluarga. Tapi ternyata hal tsb butuh kesiapan mental untuk bisa menghadapi berbagai hal yang kita tidak perhitungkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Robbana habalanaa min azwajinaa wa dzuryatina qurrata'ayun wajj'alna lil muttaqiima imaamaa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113392997305957267?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113392997305957267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113392997305957267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113392997305957267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113392997305957267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/12/cerita-tentang-problematika-rumah.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113392825651012309</id><published>2005-12-06T18:42:00.000-08:00</published><updated>2005-12-06T20:04:16.576-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak Ramadhan kemarin saya klo buka internet, yang pertama dilihat pasti deretan kamera digital plus review dan price list-nya. Sejak bulan puasa lalu saya emang kepingin banget punya kamera digital sendiri. Kayaknya enak gitu klo punya camdig bisa jeprat-jepret sesuka hati klo lagi jalan-jalan atawa lagi ada acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keinginan memiliki cam-dig sudah ada dari tahun lalu. Tapi karena mungkin sibuk jadi keinginan tsb agak terlupakan. Bahkan sempat berubah pingin ganti henpon aja, tapi klo gonta-ganti henpon kesannya kok tajir banget, apalagi di mata temen-temen yg lain. Padahal buat saya fungsi henpon cuma buat tilpon dan sms-an dan alarem doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebelum Ramadhan kemarin, ada Sodara saya yang nikahan. Acara kayak begitu kan sayang banget kalao kagak diabadikan dengan baik. Sayangnya, di rumah cuma ada kamera poket kacangan yang hasil jepretannya kagak kualifed. Coba klo saat itu saya udah punya cam-dig, kan bisa diabadikan dengan baik dan bisa saya upload di iternet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu mulai deh keinginan pingin punya kamdig timbul lagi dan makin menjadi. Saya lalu  mulai tanya-tanya dg temen yg seneng fotografi. Juga hampir tiap hari, sambil kerja, buka-buka situs &lt;a href="http://tokocamzone.com"&gt;tokocamzone&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://glodokshop.com"&gt;glodokshop&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://bhinneka.com"&gt;bhinneka&lt;/a&gt; dan situs-situs tentang kam-dig. Tapi ternyata harga cam-dig sekarang mahal banget terutama  merk-merk yang udah familiar. Kata temen saya, mendingan beli yang bagus &amp; mahal sekalian. Katanya kamera digital yang bagus itu nggak jauh daru merk canon, nikon, olympus, pentax, kodak atau fujifilm. Soalnya merk-2 itu emang khusus mengembangkan teknologinya untuk dunia fotografi, mulai dari lensa sampai teknologi digitalnya. Klo merk lain, walaupun terkenal tapi cuma ikut trend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini saya udah pasang target kudu punya cam-dig walaupun yang kualitasnya kacangan. Maklum aja, lagi cekak nih kantong. Rencana mo pinjam dari Kopkar sih, tapi kayaknya dibatasi tuh gak lebih dari  sejuta.  Gak apa-apa deh, yang penting ngerasain dulu punya kam-dig.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113392825651012309?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113392825651012309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113392825651012309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113392825651012309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113392825651012309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/12/sejak-ramadhan-kemarin-saya-klo-buka.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113291303842647020</id><published>2005-11-25T01:41:00.000-08:00</published><updated>2005-11-25T02:37:42.726-08:00</updated><title type='text'>ASAL USUL NAMA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.philaprintshop.com/images/hondspice.jpg" height="300" width="377" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pada zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SQ"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Bagi orang Bandung, Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Nama Indonesia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: ... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Makna politis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;*Penulis, Direktur Pendidikan "Ganesha Operation"&lt;br /&gt;Dikutip dari harian pikiran-rakyat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113291303842647020?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113291303842647020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113291303842647020' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113291303842647020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113291303842647020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/11/asal-usul-nama-indonesia.html' title='&lt;center&gt;ASAL USUL NAMA INDONESIA&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113281793803215796</id><published>2005-11-23T19:46:00.000-08:00</published><updated>2005-11-23T23:38:58.076-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/jkt12.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/jkt12.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113281793803215796?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113281793803215796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113281793803215796' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113281793803215796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113281793803215796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/11/blog-post.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113204362534855544</id><published>2005-11-05T16:56:00.000-08:00</published><updated>2005-11-15T00:33:45.383-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;center&gt;SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1426 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal Aidin wal Faizin&lt;br /&gt;Taqobalallahu minna wa minkum&lt;br /&gt;Shiamana wa shiamakum&lt;br /&gt;Kullu amin wa antum bi khoirin. amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir bathin&lt;br /&gt;Moga kita menjadi orang-orang yang kembali fitrah dan mendapatkan kemengangan.&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113204362534855544?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113204362534855544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113204362534855544' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113204362534855544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113204362534855544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/11/selamat-hari-raya-idul-fitri-1426-h.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-113021108827950182</id><published>2005-10-24T18:28:00.000-07:00</published><updated>2005-10-24T20:31:28.300-07:00</updated><title type='text'>KAGAK LAGI JADUL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waahh.....lama-lama bete juga ya klo cuman ngepost tema-tema jadul. Susah nyari bahannya dan juga apa yang ada kadang-kadang kagak valid. Blog aye jadi sempit banget nih kelihatannya. Kayaknye lebih enak klo ngepost yang sesuai hati kita. Jadi mungkin episode jadulnya di cukupkan sampai di sini. Tapi ke depan mungkin masih ada sesuatu yang jadul yang akan ditampilkan jika hal itu berkenan di hati si empunya blog. Gitu aja yaa........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*jadul = jaman dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-113021108827950182?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/113021108827950182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=113021108827950182' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113021108827950182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/113021108827950182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/10/kagak-lagi-jadul.html' title='&lt;center&gt;KAGAK LAGI JADUL&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112849597073502213</id><published>2005-10-04T22:47:00.000-07:00</published><updated>2005-10-05T00:06:10.743-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/geldtransportdeli.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/geldtransportdeli.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para koeli lagi pada ngangkutin emas hasil upeti di bawah pengawasan para meneer kumpeni&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112849597073502213?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112849597073502213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112849597073502213' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112849597073502213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112849597073502213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/10/para-koeli-lagi-pada-ngangkutin-emas.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112790106440912105</id><published>2005-09-28T00:02:00.000-07:00</published><updated>2005-09-28T02:51:04.433-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/djatinegara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/djatinegara.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini foto sekitar daerah Djatinegara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/semarang_gedangan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/semarang_gedangan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini foto daerah Gedangan Semarang, Jawa Tengah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112790106440912105?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112790106440912105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112790106440912105' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112790106440912105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112790106440912105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/09/ini-foto-sekitar-daerah-djatinegara.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112666492650956380</id><published>2005-09-13T19:12:00.000-07:00</published><updated>2005-09-13T19:28:46.516-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/artdeco28.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/artdeco28.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Silahkan toewan dan njonja tebak ini gedoeng apa. Saija poenja rasa ini gedoeng masih ada oetoeh sampai saat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://img294.imageshack.us/my.php?image=boroburdur9lm.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://img294.imageshack.us/img294/9622/boroburdur9lm.th.jpg" border="0" alt="Free Image Hosting at www.ImageShack.us" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalo ini candi boroboedoer&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112666492650956380?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112666492650956380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112666492650956380' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112666492650956380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112666492650956380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/09/silahkan-toewan-dan-njonja-tebak-ini.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112666390411177333</id><published>2005-09-13T18:41:00.000-07:00</published><updated>2005-09-13T19:11:44.130-07:00</updated><title type='text'>TOELISAN BERITA DARI TEMPO DOELOE</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Ini saija ada toelisan bagoes-bagoes dari soerat kabar djaman dahoeloe kala, jang diambil dari korant Bintang Barat (BB) dan Pemberita Betawie(PB). Silahkan toewan dan Njonja batca ini toelisan dengan seksama biar dapat dimengerti isinja. Semoeanja saija koetip dari toelisannja &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Times;" lang="SQ"&gt;Hendrie Ch Bangoen, toekang toelis berita di korant Warta Kota. Selamat membatja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;; font-weight: bold; font-style: italic;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SQ"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Berita Kriminil&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;-Pada tanggal 22 Augustus malam Slassa waktoe poekoel satoe pada satoe roema Islam di Tana Tinggi ada kemasoekan maling. Itoe maling trada ambil barang-barang melainkan mata oeang f 500—perak.Njang poenja roema orang prampoen kaget bangoen dan toebroek pegang itoe maling maka djadi begoelat itoe maling sama itoe prampoen, tapi prampoen kena di tendang sama maling maka djato dan maling lekas lari. Orang-orang &lt;span class="goohl2"&gt;kampoeng&lt;/span&gt; boeroe itoe maling tapi trada dapat. (BB, 31-08-1870). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;h4&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SQ"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pentjoerian di Tana Bogor&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Dengan hormat djikaloe toewan ada soeka saija bermoehoen di toewan poenja korant Bintang Barat salinken saija poenja toelisan di bawa ini adanja, kerna tangal 26 Augustus ada 1 sengke bernama Oeijwa ada piara satu kahar sewa-an, kerna 26 Augustus malamnja di taro diloewar samoenja itoe kahar poenja kekiping sebla soeda di tjoeri oleh maling, sampe hari besoknya. Oejiwa terlaloe djengkel ati sampe tida makan dan tidoer Oeijwa bepikir pegimana bole tjari kehidoepannja itoe kekiping soeda di tjoeri ole maling lantas bitjara satoe sama lain temennja toekang gardoe ada djandji siapa bisa tjar bijar dapet bole dapat kekeijan wang oepa, Abisnya 27 Augustus pagi-pagi itoe kekiping kahar soeda &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;ada kombali di tempatnja itoe saija heran sekali dan sampe di 28 Augustus sama baba Taisan di seberang roema Oeijwa kena di bobok tembok roemanja…dst. Hamba njang amat renda Tan Liong Sin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Bogor den 30 Augustus 1870.” (BB, 31-08-1870). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h4&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SQ"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ternate&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Tanggal pada boelan Maart kabar njang baroe datang sama soeltan Ternate njang ada swatoe praoe dagangan &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; bangsanya djoega ada pigi berdagang di Ganeh afdeling ternate djoega. Maka pada itoe waktoe sedang dia orang ada berdagang dalam negeri itoe maka orang Ganeh soedah melihat njang itoe anakoda adaberpoenja barang banjak dalam praoenja lantas itoe orang soedah memboenoe itoe kepalanja, sama djoega ada dengan satoe matros; tetapi itoe matros soedah tida mati; melainkan itoe kapalanja sendiri djoega. Dan itoe orang njang memboenoe soedah di tangkap dan soedah dibawah kahadapan Soeltan Ternate.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(BB, 19 April 1870).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SQ"&gt;Berita Peristiwa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Suratkabar ini juga membuat berita peristiwa yang menarik, yang memberikan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;gambaran kepada kita tentang kehidupan sosial sehai-hari masyarakat pada masa itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;-“Kalemaren tenga hari di kali Passar Baroe ada 2 prampoean toea mandi di kali, roepanja prampoean-prampoean itoe trada bisa bernang dan kena djalan di tempat njang dalam, maka doea-doea anjoet dan tamtoe tingalam, djikaloe trada lekas satoe koeli tolak dia poenja pikoelan ka tenga kali soepaija itoe prampoen-prampoean bisa dapat pegangan. Memang soeda 3 hari aer di kali bandjir sebab oedjan kras di sebla oedik.” (BB, 31-08-1870) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;-Orang toelies kita &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; Bogor njang di &lt;span class="goohl2"&gt;kampoeng&lt;/span&gt; Tjipapokol tana Tjiawie ada satoe orang Islam sakit demam, maka soeroe bininja tjari obat pada doekoen, tempo bini poelang sama obat maka semboer lakinya poenya blakang, tapi trada lama itu laki dapat glap mata dia ambil satoe pedang dan toesoek bininja poenja oeloe ati sampe brenti idoep. Trada antara lama roepanja itoe laki-laki takoet hoekoeman dia ambil kombali pedang dan pottong proetnja sendiri, tapi tempo dia berasa sakit dia brenti trada pottong troes. Sekarang itoe orang ada di roema sakit Bogor. Apa kasoedahannja blon dapat taoe. (BB, 31-08- 1870)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;-Harie minggoe dan senen tanggal 17 dan 18 ini boelan ada hari besar orang Christen, di seboet itoe hari Pasohen (poeasa),maka toewan-toewan banjak njang dapat vrij &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; pakerdja-annja, dan bersoeka-soeka hati pegi manembak atoe pegi bermain-main plesier sama praoe di pinggir laoet. Ada djoega njang berplesier dengan main kertoe dan lain-lain permaenan, tetapi terlebeh banjak njang beragama kras dia orang bersoeka-soeka hati dalam gredja.(BB, 19-04-1870) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;-Kalamaren malam ada komedie soldadoe di roema bolla mangga besar, tetapi bagimana kesoedahannja saija trada bisa &lt;span class="goohl0"&gt;tjerita&lt;/span&gt; sebab saija tida pegi liat melainkan saija bole bilang njang trada bole djadi ramenja keras tempatnja terlaloe ketjiel, barangkali 50 orang soeda sarat itoe roema, dan panasnja lantes trada kira-kira. (BB 19-04- 1870) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h4&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SQ"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kabakaran di Bogor&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Pada Mingoe njang soeda hari Demingo djalan hari Senen kira-kira poekoel 2 pagi ada kebakaran di &lt;span class="goohl2"&gt;kampoeng&lt;/span&gt; Kopo di Tjisaroea roemanya orang tjina bernama Tjoe Sek.1 roema, 1 goedang padai ada terisi kira-kira 15 tjaeng padi, 1 stal koeda, 1 kandang kambing domba terisi 8 domba, 1 andjing. Semoea njang terseboet soeda abis di makan api dan itoe heiwan-heiwan angoes sampe garing. Beroentoeng djiwa manoesia trada njang binasa. Soengoe kesian itoe tjina sengke njang poenja roema, karna lagi 1 boelan poenja lama dia berniat maoe kasi kawin anaknja prampoean. Orang &lt;span class="goohl0"&gt;tjerita&lt;/span&gt; itoe kabakaran soeda misti di boeat oleh orang njang sakit hati kepada itoe sengke, tapi trada ketahoean orangnja, sebab tempo pagi orang dapet liat ada satoe gala oedjoengnja terikat merang njang bekas di makan api. (31-08-1870). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;br /&gt;Soerabaija &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;9 april 1870. Dalam ini bebrapa hari panas sekali waktoe sijang apa lagi malam maka &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; pada itoe kita rasa adalah bergoena djoega di kali inget: djangan tlamloe makan boeah jang pada ini tempoe roepa boleh di dapet, soepaia badan boleh slaloe tingal segar dan waras. Kita maka kasi taoe begini sebab sendiri soedah liat banjak kali pada beon terbit mata hari ada orang soeka makan boeah-boeah jang beloem toea, dan maskipoen soedah mating tiada aken baik makan kaloe belon lebih doeloe makan nasi sampe kenjang. (19 April 1870).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h5&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SQ"&gt;Iklan berbentuk berita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Yang menarik pada terbitan 31 Augustus 1870 sudah ada iklan yang berbentuk berita, yang kini dikenal sebagai advetorial, infotorial, korporatorial, dsb. Walaupun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; demikian harus diakui bentuknya masih sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;“ Larie hari Minggoe j.s.: Satoe Kambing prampoean, njang poelangin kapada njang bertanda bole dapat bajaran. Khouw Tjeng Po. Leitnant Tjina.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;“Saija kasie taoe &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; perkara Jo Kang sama Gan Hok, taon 1869 boelan 31 December, soeda brentie Persero darie Waroeng-Kain. Jo Kang ada dagang sendirie. Tanda tangan darie Jo Kang” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;“Petassan boeatan pinter. Barang siapa suka pesan petassan roepa-roepa matjem bole kasi taoe kepada njang bertanda dibawa ini, maka dia nanti lekas bikin sedia dan kirim kepada njang minta. Tn Gors, toekang petassan di Betawi.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;“Di Minta: Satoe kokki, njang pintar masak, maski Blanda, Tjina, Djawa atau lain Bangsa asal dia bisa masak segala roepa makanan njang enak-enak. Gadji nanti di bajar toeroet pintarnja. Siapa soeka bole dateng minta ataoe kirim soeratnja kepada kantoor Bintang Barat. (BB, 06-07-1870). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h5&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="SQ"&gt;Kegiatan Pemerintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;-Soerat Besluit Gouvernement &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; tana Hindia Nederland. Bagian Civiel. Kasi verslof: Boeat tempo 2 taoen pigi ka Blanda, sebab sakit, kepada toewan pandita di Banda (Ambon) P van der Meulen. Kasi lepas: sama pensioen toewan S A N Cohen, bekas djoeroetoelis pada kantoor resident Tjiandjoer…..D angkat: Djadi sekretaris, beserta boekhonder, &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; wees dan boedelkamer di Menado, djoeroetoelis pada kantoor-resident disana, toewan HM Bendeneijder…(BB, 19-04-1870) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;-Panggilan. Orang-orang njang ada oetang ataoe njang kasih oetang serta njang pegang gade.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;Oleh FL Koch Essenteur di Betawi &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; boedel njonja njang soeda meningal ME Willij, betoelnja Wilke djanda &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; P Jacobs. Didalam tempo 3 boelan. Oleh toewan C Vos van Steenwijk &lt;span class="goohl1"&gt;dari&lt;/span&gt; boedel orang tjina njang soeda mati Tan Kimboen. Didalam tempo 3 boelan..(BB, 13-07-1870). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;-Cultuurmaschappij Messter Cornelis jang njewa tanah Tjililitan kemaren telah dipandang failliet. Tanah Tjililitan, iaitoelah jang pendoedoeknja kapan hari soedah masoekkan pengadoean pada procureur generaal. (PB, 9 Mei 1908). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="SQ"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112666390411177333?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112666390411177333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112666390411177333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112666390411177333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112666390411177333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/09/toelisan-berita-dari-tempo-doeloe_13.html' title='&lt;CENTER&gt;TOELISAN BERITA DARI TEMPO DOELOE&lt;/CENTER&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112651944900744281</id><published>2005-09-12T01:45:00.000-07:00</published><updated>2005-09-12T03:04:09.013-07:00</updated><title type='text'>KOLEKSI KOIN KUNO </title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/2-5cca.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/2-5cca.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dulu ane sempet punya koleksi koin mata uang dari berbagai negara. Ada koin-koin kuno sampai mata uang yang masih berlaku. Rata-rata ane dapatkan waktu masih kerja di hotel dulu. Kebanyakan mata uang tersebut berasal dari negara-negara Eropa Timur dan Asia. Ada juga mata uang lokal, tapi jumlahnya sedikit. Nah kalo mata uang kuno Indonesia ini ada cerita unik saat mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img372.imageshack.us/img372/671/1cca9lg.jpg" align="left" alt="satu cent" /&gt;Biasa kalo di rumah ane, Nyak &amp; Babeh seneng banget dengan kerok-mengerok tubuh. Kalo mereka masuk angin sedikit, langsung deh minta dikerik badannya sampe belang-belang kayak zebra Ragunan. Padahal walaupun badannya udah pada merah gosong, belon tentu sakit perutnya ilang. Yang kasihan justru yang bantu ngerokin, tangannya sampe kaku tapi yang sakit belum sembuh juga. &lt;img src="http://img386.imageshack.us/img386/6007/25ccb6nv.jpg" align="right" alt="2,5 cent" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah suatu hari, ane dengan amat sangat terpaksa sekali mendapat perintah buat ngerokin punggung sang babeh tercinta yang lagi cikaan (masuk angin tuh). Dengan amat berat hati ane ambil tuh mesin kerokan manual berupa koin logam yang udeh item dekil banget dan juga tempat minyak gosok. Dengan pelan-pelan ane ambil tuh koin kerokan sambil nyengir jijay mode. Ketika sampai di tangan ane perhatikan sebentar itu koin dengan seksama dan waw.............&lt;b&gt;Gulden VOC !!! &lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img391.imageshack.us/img391/5995/25sena5kg.jpg" align="right" alt="25" /&gt;Bener tuh, walaupun koinnya udah rada dekil, tapi reliefnya masih jelas terbaca. Di koin itu bergambar mahkota dengan tulisan NETHERLANDSCH INDIE 2 ½ CENT yang mengelilinginya (lihat gambar paling atas). Langsung saja barang langka itu saya simpan dan buat kerokan saya ganti pake koin seratusan rupiah. Sejak saat itu saya jadi seneng mencari benda-benda kuno. Beberapa koin kuno berhasil saya kumpulkan yang secara gratis saya dapatkan dari berbagai tempat. Ternyata di rumah nenekpun ada koin-koin kuno yang juga dipakai buat kerokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img395.imageshack.us/img395/337/50sena4kc.jpg" align="left" alt="limapuluh sen" /&gt;Tapi sekarang banyak koin-koin koleksi ane yang hilang dan berceceran karena dah lama nggak diurusin. Akibatnya keponakan-keponakan usil seenaknya main ambil dan lempar sembarang tempat. Beberapa koin juga akhirnya kembali ke fungsi semula sebagai alat kerokan babeh dan nyak. Paling tinggal beberapa saja yang ane masukin ke dalam kaleng bekas permen fox dan diletakkan di atas lemari yang agak tinggi. Dan sengaja ane nggak sentuh-sentuh lagi biar kesannya lebih kuno lagi. Yang penting nggak jatuh ke tangan dukun atau orang-2 dengan otak mistik, biar nggak dibikin jimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112651944900744281?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112651944900744281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112651944900744281' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112651944900744281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112651944900744281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/09/koleksi-koin-kuno.html' title='&lt;center&gt;KOLEKSI KOIN KUNO &lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112591532348963496</id><published>2005-09-05T03:00:00.000-07:00</published><updated>2005-09-05T03:15:23.493-07:00</updated><title type='text'>INI DJALAN HAJAM WOEROEK DI TAHOEN 1955</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/hayamwuruk1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/320/hayamwuruk1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Ini Djalan Hajam Woeroek di tahoen 1955. Ane beloem tahoe apakah nama Hajam Woeroek itoe soedah diberikan sedjak doeloe. Kelihatan di photo itoe soeasananja sudah agak ramai dan banjak mobil-mobil bagus keluaran Eropah. Tjoba Anda bandingkan pemandangan di atas dengan soeasana djalan Hajam Woeroek sa'at ini. &lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112591532348963496?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112591532348963496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112591532348963496' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112591532348963496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112591532348963496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/09/ini-djalan-hajam-woeroek-di-tahoen.html' title='&lt;CENTER&gt;INI DJALAN HAJAM WOEROEK DI TAHOEN 1955&lt;/CENTER&gt;&lt;br&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112502943188031774</id><published>2005-08-25T20:33:00.000-07:00</published><updated>2005-08-25T21:10:31.890-07:00</updated><title type='text'>THE HISTORY OF DEPOK CITY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/depok002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/320/depok002.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="SQ"&gt;Hari Kamis kemaren ane jalan-jalan ke ITC Depok yang baru dibuka tanggal 24 Agustus 2005 yang lalu. Ini adalah pusat perbelanjaan teranyar di kota Depok yang telah buka di antara tiga pusat perbelanjaan lain yang sedang dibangun. Ada tiga pusat perbelanjaan di kota Depok yang sedang dibangun dan salah satunya adalah ITC Depok. Dibukanya mall baru ini ternyata sangat menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya walaupun di Depok telah berdiri mall-mall megah lain yang tak kalah lengkap. &lt;/span&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Depok sekarang yang jadi kotamadya sejak 1999, penduduknya melonjak lebih dari 10 kali lipat. Berpenduduk lebih dari 1.335.734 jiwa, ia sudah dikatagorikan sebagai kota besar. Laju penduduk masih terus melejit. Kini belasan perusahan real estat dengan penuh gairah tengah membangun ribuan rumah dan beberapa pusat perbelanjaan di Depok. Hingga hampir tidak tersisa lagi lahan persawahan dan perkebunan Bahkan sejumlah setu ikut menciut, tergusur dan menghilang samasekali menjelma menjadi hutan beton. . Tak heran jika sang penguasa lama Depok bersikukuh mempertahankan kedudukannya walaupun dia telah jelas-jelas kalah dalam Pilkada kemarin. Padahal ketika Presiden Soeharto meresmikan Perumnas tahun 1976, penduduknya tidak lebih 100 ribu jiwa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Kala itu, Depok hanya merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor. Suasananya juga jauh dari keramaian dan tidak sepadat sekarang. Kalau Saudara masuk ke kawasan Universitas Indonesia Depok, hampir seperti itulah kondisi Depok saat itu. Banyak pepohonan, perkebunan, sungai, setu dan rawa-2. Keramaian biasanya ada tak jauh dari jalan Margonda Raya atau stasiun-stasiun kereta. Babeh ane punya perkebunan di daerah Citayam Jawa Barat dan sejak kecil saya sering ikut beliau ke sana. Kadang kami mampir dulu di pasar Depok sebelum menuju ke Citayam. Jadi walau tinggal di Jakarta, saya sudah akrab dengan suasana Depok, apalagi sekarang kerja di Depok pula (bete banget kan!!)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Sejarah Depok tak bisa mengabaikan Cornelis Chastelein. Dialah orang Belanda yang membuat daerah Depok memiliki kekhasan tersendiri. Cornelis Chastelein adalah lelaki keturunan Perancis-Belanda. Ayahnya, Anthonie Chastelein, adalah seorang Perancis yang menyeberang ke Belanda dan bekerja di perusahaan milik Belanda, VOC (&lt;i&gt;Verenige Oost Indische Compagnie&lt;/i&gt;). Ibunya bernama Maria Cruidenar, putri seorang walikota Dordtrecht. Anak bungsu ini, kemudian juga mengikuti jejak ayahnya, bekerja di VOC. Ia berangkat ke Indonesia dengan menumpang kapal uap. Setelah berlayar selama tujuh bulan, melalui Tanjung Harapan, ujung selatan Benua Afrika, ia tiba di Batavia (Betawi).&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan tinggal di Batavia, ia mengawini seorang gadis Belanda, Catharina van Vaalberg. Dari pernikahannya itu, ia dikaruniai seorang anak yang diberi nama sama dengan ayahnya, Anthonie Chastelein.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;&lt;br /&gt;Cornelis Chastelein pemuda yang rajin. Tak aneh kalau kariernya cepat menanjak. Ia juga seorang yang hemat. Ketika terjadi peralihan jabatan dalam tubuh VOC, dimana jenderal Willem van Outhorn menggantikan Jenderal Johanes Camphuys, Chastelein akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Ia merasa tak cocok lagi bekerja di situ.&lt;br /&gt;Chastelein kemudian menjadi seorang wirasastawan. Ia mencurahkan perhatiannya pada sektor pertanian. Pada akhir abad 17, ia membeli tanah di kawasan Depok, Jawa barat. Untuk mengerjakan tanah yang luasnya ratusan hektar itu, ia mendatangkan pekerja-pekerja dari Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Betawi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Sebagai tuan tanah partikelir, Chastelein berhak mengurus tanahnya dan memerintah sesuai garis kebijaksanaan yang ditetapkannya sendiri, tanpa campur tangan pihak luar. Dan ia memang menyiapkan pemerintahannya itu.Rumah sakit Harapan, yang terletak di jalam Pemuda, dahulu adalah gedung pemerintahannya. Kepada warganya, Chastelein mengenakan cukai setiap kali panen padi. Besarnya 20 persen dari hasil yang diperoleh.&lt;br /&gt;Chastelein berhasil membangun Depok. Sampai awal abad 20, suasana Depok memang asri. Iklim sejuk, dengan hamparan sawah disana-sini. Pohon bambu merumpun, dan jalan-jalan berbatu nampak bersih. Selama di Depok, Chastelein juga mengawini dua wanita pribumi. Dari salah seorang istrinya lahirlah Maria Chastelein, yang diakuinya dihadapan notaris. Anaknya yang lain diberi nama Catharina van Batavia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Ketika 1714 Cornelis Chastelein, petinggi VOC dan tuan tanah Depok meninggal dunia dengan meninggalkan wasiat; menghibahkan tanah Depok seluas 1.224 hektar pada para budaknya setelah lebih dulu mereka menukar agama jadi Kristen Protestan. Keturunan para budak inilah yang dapat kita jumpai di Depok Lama dijuluki Belanda Depok. Julukan ini tidak menyenangkan mereka, karena dianggap antek Belanda. Tapi mereka tidak tersinggung disebut keturunan budak, karena kenyataan demikian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Lalu ada sejarawan Belanda menulis bahwa nama Depok berasal pada masa Cornelis Chastelein. H Nawawi Napih, penduduk Depok yang sejak 1991 mengadakan penelitian membantah Depok baru dikenal sejak masa Cornelis Chastelein membangun perkebunan di sini. Pendapatnya yang sama dikemukakan H Baharuddin Ibrahim dkk dalam buku 'Meluruskan Sejarah Depok'. Karena sebelum Chastelein membeli tanah Depok, nama kota ini telah ada. Mereka mengutip cerita Abraham van Riebeeck ketika pada 1703, 1704, dan 1709 selaku inspektur jenderal VOC mengadakan ekspedisi menelusuri sungai Ciliwung. Melalui rute: Benteng (Batavia) - Cililitan - Tanjung (Tanjung Barat) - Seringsing (Serengseng) - Pondok Cina - DEPOK - Pondok Pucung (Terong). Tapi ada beda pendapat tentang Sejarah Depok yang disusun H Nawawi Napih dan H Baharuddin Ibrahim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Napih, yang mendapat keterangan berdasarkan cerita MW Bakas, salah seorang keturunan asli Depok yang mengatakan, waktu perang antara Pajajaran dengan Banten-Cirebon (Islam) tentara Pajajaran membangun padepokan untuk melatih para prajuritnya dalam mempertahankan kerajaan. Padepokan ini dibangun dekat Sungai Ciliwung. Terletak antara pusat kerajaan Pajajaran (Bogor) dan Sunda Kelapa (Jakarta). Perkembangan selanjutnya padepokan ini disebut Depok sesuai lidah melayu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Dikutip dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112502943188031774?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112502943188031774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112502943188031774' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112502943188031774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112502943188031774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/history-of-depok-city.html' title='&lt;center&gt;THE HISTORY OF DEPOK CITY&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112486728821159413</id><published>2005-08-23T23:36:00.000-07:00</published><updated>2005-08-24T00:08:08.220-07:00</updated><title type='text'>KEHIDUPAN DI BATAVIA 1920-an </title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/doeloe3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/doeloe3.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Pada tahun 1928 Batavia berpenduduk 450 ribu jiwa, 25 ribu diantaranya orang Eropa. Di antara orang Eropa itu, dua pertiganya Indo-Belanda. Mereka tersebar diseluruh kota, hidup dalam rumah besar maupun dalam tempat tinggal sederhana. Bahkan banyak yang tinggal di sepanjang jalan becek dan kotor di kampung-kampung yang terletak di pinggir kota, seperti Kemayoran, Jakarta Pusat. Kampung ini dikenal dengan istilah Belanda Kemayoran. Maksudnya, Indo Belanda yang tinggal di Kemayoran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Tapi, bukan hanya di Kemayoran. Di beberapa kampung juga banyak tinggal para Indo Belanda mapun &lt;i&gt;totok&lt;/i&gt;. Kalau yang belakangan ini tidak mau bergaul dengan orang kampung, tidak demikian dengan para Indo. Saat tinggal di Kwitang semasa kecil, saya banyak bergaul dengan para Indo Belanda. Hampir tiap hari bermain sepakbola dengan mereka baik di lapangan Kwitang, maupun Gambir (kini Monas). Warga Belanda dan Indo meninggalkan Indonesia pertengahan 1950-an ketika hubungan kedua negara putus karena masalah Irian Barat (Papua).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://img381.imageshack.us/img381/8232/blenda186mx.jpg" align="left" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Kembali ke situasai Batavia 1928, kala itu rumah-rumah besar mendominasi pusat kota. Sampai 1950-an, di jalan raya antara Kramat, Salemba, Matraman, dan Jatinegara, terdapat banyak rumah (gedung) besar dengan pekarangan yang begitu luas. Kini gedung-gedung tersebut berubah fungsi menjadi perkantoran, perusahaan dan perhotelan. Salah satunya adalah Gedung Arsip Nasional dan Departemen Sosial, keduanya di Salemba yang dulunya merupakan rumah tinggal. Rumah-rumah tersebut pada awalnya dibangun sebagai tempat tinggal di luar kota (&lt;i&gt;county residence&lt;/i&gt;) bagi orang Eropa, namun secara bertahap mereka terserap menjadi wilayah pinggiran kota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Ketika itu, tulis Pamela Pattynama dalam buku &lt;i&gt;Recalling the Indies&lt;/i&gt;, status dan kemakmuran penduduk dapat diukur dari tempat tinggalnya. Beberapa rumah menyerupai istana dengan ruangan dingin beratap tinggi yang dilengkapi galeri dan teras marmer dilatari dengan halaman rumput, hiasan pohon palem dan pohon lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Kala itu, kawasan Menteng baru saja dibangun (awal 1920-an). Di atas tanah seluas 600 hektar, ratusan pekerja termasuk para arsitek, terlihat sibuk membangunm Menteng untuk dijadikan sebagai kawasan elit Eropa. Ketika Menteng dibangun, para penduduknya (warga Betawi), dipindahkan ke Karet, Jakarta Pusat. Mereka yang tergusur telah meningkatkan ganti rugi dari lima sen menjadi lima perak (gulden) per m2. Syarikat Islam (SI) yang kala itu baru berdiri turut berperan membela penduduk hingga mendapat ganti rugi yang layak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://img383.imageshack.us/img383/4067/social239wa.jpg" align="right" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Seperti diceritakan Pamela Pattynama, dosen luar biasa pada Amsterdam University yang mengadakan penelitian untuk tesisnya, rumah-rumah besar tempat tinggal para elit Indo, memilikki banyak pembantu. Pada pukul lima pagi &lt;i&gt;koki&lt;/i&gt; sudah menyiapkan kopi tubruk untuk tuan rumah sambil mengisap cerutu. Sementara tukang-tukang kebun menyapu dan membersihkan halaman dengan &lt;i&gt;sapu lidi&lt;/i&gt; besar. Sedangkan tukang rumput membersihkan dan memangkas rumputnya. Sementara para babu sibuk menyiapkan hidangan sarapan yang terdiri dari bubur, roti dan biskuit, dengan selai atau keju. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari para Indo lebih banyak mengikuti adat istiadat penduduk setempat. Para wanitanya, bila berada di dalam rumah menggunakan kebaya dan kain batik. Baru di luar rumah mereka mengenakan pakaian Barat. Sedangkan pria memakai piyama pada sore hari setiba dari kantor. Sementara para nyonya memakai kimono atau &lt;i&gt;hoskut&lt;/i&gt;. Kala itu, kantor-kantor umumnya berada di kawasan Kota. Mereka ke kantor dengan menggunakan mobil, delman atau trem listrik, yang mendominasi angkutan ketika itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Sepeda juga banyak digunakan, se hingga di jalan-jalan Batavia ada jalur khusus untuk sepeda. Pukul 12.00 siang, saat jam istirahat kantor, dari rumah dikirimkan &lt;i&gt;rantang&lt;/i&gt; berisi nasi, sayur mayur, dan kerupuk. Rupanya kala itu di kantor-kantor tidak terdapat kantin seperti sekarang. Atau mungkin harganya lebih mahal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Kehidupan kala itu sangat tenang, tidak dipusingkan oleh kemacetan lalu lintas, dan gangguan keamanan. Tidak heran pada sore hari mereka dapat berpesiar dengan leluasa ke pusat-pusat pertokoan di Noordwijk (kini Jl Juanda) dan Pasar Baru. Mereka akan membeli kosmetik dan barang-barang renik serta melihat-lihat desain terbaru &lt;i&gt;Bonnefaas&lt;/i&gt;, perancang busana terkenal. Tujuan utama dari jalan-jalan &lt;i&gt;shopping&lt;/i&gt; mereka adalah toko &lt;i&gt;The Little Swiss Fashion House&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Vesteeg Fashionj Emporium&lt;/i&gt; untuk memperoleh pakaian wanita yang mewah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;img src="http://img388.imageshack.us/img388/5725/social207xy.jpg" align="left" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Jika tidak menemukan apapun yang mereka sukai, mereka akan mengunjungki toko &lt;i&gt;Maison dxe Bonneterie&lt;/i&gt; dan toko &lt;i&gt;Au Printemps&lt;/i&gt; di Jl The Risjwijk (kini diujung Hayam Wuruk), yang masih memperoleh koleksinya langsung dari Paris. Dalam waktu pertengahan mereka minum kopi di &lt;i&gt;Stam and Wijen&lt;/i&gt;, atau membeli es krim di Ragusa's (sampai kini masih buka di Jl Veteran I). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Ketika itu, film bicara baru saja dimulai menggantikan film bisu. Sejumlah bioskop kelas satu antara lain Rembrandt Theatre, Globe Bioscoop, Decapark, dan Troelie. Kini hanya tinggal bioskop Globe di Pasar Baru. Bintang film yang jadi pujaan penonton, khususnya para gadis, adalah Rudolph Valentino, yang berwajah tampan dan seksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;Pada hari-hari Minggu bila tidak ke tempat peranginan di Buitenzorg (Bogor), para pemuda dan gadis pergi ke &lt;i&gt;zwembad&lt;/i&gt; (pemandian) Manggarau atau Cikini di Weltevreden. Jadi tradisi kala itu, di kolam renang dari pukul 11 ada pertunjukan band. Para muda-mudi ini datang ke kolam renang dengan sepeda motor empat gigi -- Royal Enfield dan Harley Davidson. Setelah berenang dan dengar musik, mereka pun berdansa, dan &lt;i&gt;splitjes&lt;/i&gt; (meminum minuman beralkohol).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SQ"&gt;( Alwi Shahab from Republika)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112486728821159413?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112486728821159413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112486728821159413' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112486728821159413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112486728821159413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/kehidupan-di-batavia-1920.html' title='&lt;center&gt;KEHIDUPAN DI BATAVIA 1920-an &lt;/center&gt;&lt;br&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112478267908039904</id><published>2005-08-23T00:26:00.000-07:00</published><updated>2005-08-23T00:37:59.086-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/meneer.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/meneer.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para  meneer jang sedang diambil gambarnja di Batavia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112478267908039904?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112478267908039904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112478267908039904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112478267908039904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112478267908039904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/para-meneer-jang-sedang-diambil.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112478193611370058</id><published>2005-08-22T23:07:00.000-07:00</published><updated>2005-08-23T00:25:36.120-07:00</updated><title type='text'>PENGOEMOEMAN !!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:typewriter;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAG INLANDER... HAJOO URANG MELAJOE... KOWE MAHU KERDJA???&lt;br /&gt;GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLU KOWE OENTOEK DJADI BOEDAK  ATAOE&lt;br /&gt;TJENTENK DI  PERKEBOENAN-PERKEBOENAN ONDERNEMING KEPOENJAAN GOVERNEMENT&lt;br /&gt;NEDERLANDSCH INDIE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DJIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALI BERIKOET:&lt;br /&gt;1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat&lt;br /&gt;2. Kowe poenja njali gede&lt;br /&gt;3. Kowe poenja moeka kasar&lt;br /&gt;4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie&lt;br /&gt;5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak-pemberontak ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel.&lt;br /&gt;6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah.&lt;br /&gt;7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS:&lt;br /&gt;1. Keliling rawa Senajan 3 kali&lt;br /&gt;2. Angkat badan liwat 30 kali&lt;br /&gt;3. Angkat peroet liwat 30 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en  Meneer Atmadjaja&lt;br /&gt;Kowe nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera Batam, Soerabaja, Djakarta en Riaoeeiland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Governement Nederlandsch Indie memberi oepah :&lt;br /&gt;1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil&lt;br /&gt;2. Istirahat siang 1 uur.&lt;br /&gt;3. Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haastig kalaoe kowe mahoe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanggal 31 Maart 1889&lt;br /&gt;Niet Laat te Zijn Hoor..&lt;br /&gt;Batavia 1889&lt;br /&gt;Onder de naam van Nederlandsch Indie Governor&lt;br /&gt;Generaal&lt;br /&gt;H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;i&gt;Iklan ini asli kutipan dari koran bertahun 1889 diambil di Perpustakaan Nasional&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112478193611370058?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112478193611370058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112478193611370058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112478193611370058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112478193611370058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/pengoemoeman.html' title='&lt;center&gt;PENGOEMOEMAN !!!&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112469828238111433</id><published>2005-08-22T01:04:00.000-07:00</published><updated>2005-08-22T01:11:22.383-07:00</updated><title type='text'>NONTON WAYANG KULIT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam rangka memperingati HUT RI ke-60, pengelola Pusat Perkampungan Betawi Setu Babakan menyelenggarakan berbagai acara perlombaan dan pertunjukan tradisional bergaya Betawi. Katanya sih acara-acaranya dimulai sejak tanggal 18 Agustus 2005 sampe hari Ahad 21 Agustus 2005. Selama empat hari itu dilaksanakan berbagai perlombaan seperti lomba perahu, lomba bikin lampion, lomba nari, marawis, panjat pinang dan sebagainya. Selain itu digelar berbagai perunjukan tradisional Betawi semacam lenong, tari topeng, tandijor, rebana biang, wayang kulit betawi dan lain-lain. Dan acaranya juga diiisi beberapa seniman betawi yang udah kondang semacam Haji Bolot, Malih, Mpok Nori, Nirin Kumpul dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, malem Ahad kemaren, ane nonton pertunjukan Wayang Kulit Betawi yang pada malem itu dibawakan oleh Sanggar Marga Juwita pimpinan Ki Dalang Surya Bonang dari Jagakarsa Jakarta Selatan. Ki Surya Bonang itu termasuk seniman Betawi yang langka, karena di Jakarta ini mungkin hanya beliau Dalang Betawi yang masih survive sampai sekarang. Kebetulan rumah beliau tak jauh dari rumah ane. Wayang Kulit Betawi termasuk salah satu kesenian Indonesia yang sudah langka.Bahkan ada warga Jakarta yang nggak tahu bahwa dalam kesenian Betawi ternyata juga ada wayang kulit. Wayang kulit versi Betawi sebenarnya nggak jauh beda dengan wayang kulit versi Jawa atau Sunda. Ceritanya mengambil lakon dari cerita-cerita Mahabharata atau cerita versi karangan namun tetap mengambil setting yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang membedakannya dan menjadi ciri khas wayang kulit betawi dalam setiap pertunjukan. Perbedaan pertama yang paling mencolok tentu saja bahasa yang digunakan. Sebenarnya wayang kulit Betawi tidak murni memakai bahasa Betawi dari awal sampai akhir. Bahasa yang digunakan sang Dalang bisa dibilang campuran antara bahasa Betawi, Sunda dan Jawa. Bahkan sesekali sang Dalang menggunakana bahasa Betawi kuno yang saya sendiri kurang memahaminya. Perbedaan kedua ada pada Sinden/sintren yaitu orang (biasanya wanita) yang menyanyikan tembang atau lagu-lagu pengiring. Pada wayang kulit Betawi, tembang yang dibawakan Sinden adalah lagu-lagu berbahasa sunda. Dan biasanya sebelum pertunjukan wayang dimulai, Sinden menerima permintaan lagu-lagu dari penonton, tentu saja dengan saweran uang. Tapi saat pertunjukkan wayang dimulai, peranan si Sinden diminimalisir. Perannya lebih digantikan oleh alat-alat musik terutama trumpet. Perbedaan selanjutnya adalah alat musik yang yang mengiringi pertunjukan tersebut tidaklah sebanyak atau selengkap wayang kulit Jawa atau wayang golek Sunda. Jenisnya sih sama saja, namun ada beberapa alat yang dihilangkan. Biasanya alat musik tersebut terdiri dari kendang, gong, saron, kempul, kedemung, kromong, rebab, kecrek, trompet, dan kromong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang umum kentara adalah isi cerita yang sarat dengan humor atau banyolan gaya Betawi yang begitu kental. Kalau pada wayang kulit Jawa, adegan humor atau banyolan biasanya baru hadir saat sang Dalang menampilkan punakawan atau karakter komedian yang lain. Tapi pada wayang kulit Betawi, kadang sepanjang cerita diselingi humor atau banyolan, walaupun adegan tengah menceritakan dialog di antara ksatria pandawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang kulit betawi adalah kesenian tradisional masyarakat Betawi pinggiran. Biasanya yang menanggapnya adalah masyarakat betawi yang tinggal dekat dengan daerah perbatasan Jawa Barat seperti misalnya Jagakarsa, Sawangan, Tanggerang, Bambu Apus,Ciracas dan sebagainya. Hal itulah yang menyebabkan kesenian tersebut juga kental dipengaruhi oleh budaya Sunda. Konon kesenian ini pada awalnya dibawa oleh para prajurit Mataram pimpinan Sultan Agung, ketika menyerang VOC di Batavia pada zaman J.P Coen berkuasa sekitar abad ke-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kesenian Wayang Kulit Betawi merupakan kesenian tradisional yang sudah langka. Mungkin karena dalang-dalangnya yang semakin sedikit dan banyak yang sudah uzur serta animo masyarakat yang tak lagi tinggi. Padahal pada era 70 sampai 80an, Kesenian Wayang Kulit Betawi pernah mencapai masa keemasannya. Sering sekali pertunjukan Wayang Kulit digelar di kampung-kampung di Jakarta terutama jika ada warga yang merayakan pesta perkawinan anaknya. Bahkan dahulu pernah diadakan Festival Wayang Kulit Betawi yang digelar Dinas Kebudayaan DKI Jakarta setiap tahun. Selama itu pula, publikasi Wayang Betawi sangat gencar. Bahkan TVRI berkali-kali memberikan kesempatan kepada para dalang Betawi untuk tampil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112469828238111433?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112469828238111433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112469828238111433' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112469828238111433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112469828238111433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/nonton-wayang-kulit.html' title='&lt;center&gt;NONTON WAYANG KULIT&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112452601608469384</id><published>2005-08-20T00:44:00.000-07:00</published><updated>2005-08-20T01:20:16.096-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/1949pasarbaru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/400/1949pasarbaru.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ini daerah Pasar Baru Jakarta Pusat sekitar tahun 1949. Terlihat suasananya sudah ramai sekali walaupun bangunannya belum semegah sekarang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112452601608469384?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112452601608469384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112452601608469384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112452601608469384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112452601608469384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/ini-daerah-pasar-baru-jakarta-pusat.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112452125236100659</id><published>2005-08-19T23:45:00.000-07:00</published><updated>2005-08-20T00:00:52.370-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aduh! &lt;i&gt;Astaghfirullah&lt;/i&gt; !! tereak enyak aye yang baru ajé keluar dari kamar mandi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Knapé nyak!??,&lt;br /&gt;“Tangan gue kesetrum niih.”&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“emang enyak lagi ngapain??”&lt;br /&gt;“Mao matiin mesin aér, Din. Gue abis mandi, ntu kolem udeh penuh.”&lt;br /&gt;“Tangannye masih basah kali tuh. Laén kali klo mo cabut colokan aér, lap dulu tangannye.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Besoknya....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Waduh!!!”&lt;br /&gt;“Nape luh ???” tanya empok aye nyang lagi nonton tipi.&lt;br /&gt;“Gue Kesetruum niih, gue mo matiin mesin aer”&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;“Wah, tangan luh basah tuh. Ati-ati dong!!” &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoBodyText"&gt;Besoknya lagi sepulang aye dari tempat kerjé, aye niatnye mo mandi sore. Tapi trus mata aye malahan ngeliatin cable power-nya mesin aer, karena ada yang aneh tuh dan juga lucu. Kabel deket kepala stekernya dibalut pake kertas sampe tebel banget. “Wah ini pasti kerjaannye si Babeh” kata aye dalam ati. Tiba-tiba Babeh aye dateng dari luar, trus die ngeliatin aye&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nyang lagi pegang-pegang ntu kabel sambil keheranan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Itu kabel ada yang tekelupas, tadi gue kena kesetrum juga jadi gue tambel.” Kata si babeh buat menghapus keheranan aye.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Lah, nambelnya kok begini beh, kagak kuat ntu mah.” Sahut aye&lt;br /&gt;“Iye, gue juga tau. Kan buat sementara aja. Lagian gue nyari selotip item kagak ketemu-temu. Jadi sambil nungguin elu pulang, gue benerin seadanya aja deh.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Besok aje deh Beh aye benerinnya, sekarang aye mo mandi duluw. Aye mao kondangan duluw nih ke kawinannye si Herman.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Kalo gitu, entar pulangnye sekalian lu beli seloptip item buat nambel kabelnya.”&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;“Beres Béh, kalo perlu kabelnya aye ganti deh semuanyé.” &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampe dua hari setelah itu, kabelnya belon juga diganti karena aye lupa terus mampir di warung buat beli selotip itemnye.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112452125236100659?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112452125236100659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112452125236100659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112452125236100659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112452125236100659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/aduh-astaghfirullah-tereak-enyak-aye.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112451874390272089</id><published>2005-08-19T22:53:00.000-07:00</published><updated>2005-08-19T23:19:03.910-07:00</updated><title type='text'>SETU BABAKAN, CAGAR BUDAYA BETAWI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;MINGGU (20/2) siang, puluhan anak perempuan berlatih menari di Pusat  Perkampungan Betawi Setu Babakan, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta  Selatan. Panggung utama di kawasan konservasi budaya Betawi itu penuh oleh  penari-penari cilik.&lt;br /&gt;Di sudut lain, belasan remaja pria tengah berlatih  pencak silat. Seorang pelatih memperagakan gaya-gaya tertentu, yang kemudian  ditirukan oleh peserta latihan silat itu. Nyaris tak ada celah di pelataran dan  panggung Setu Babakan itu karena hampir semua sisi dipenuhi dengan anak-anak  yang serius berlatih.&lt;br /&gt;Melingkar di sekeliling pelataran ber-paving block itu  terdapat beberapa rumah khas Betawi, yang sengaja dibangun Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta, untuk konservasi budaya Betawi. Salah satu rumah, yakni yang berada  di ujung selatan, adalah rumah Haji Samin Jebul alias Bang Anin, warga asli  Betawi di kawasan itu. Dulunya, di teras rumah itu, keluarga Bang Anin berjualan  gado-gado jakarta.&lt;br /&gt;Menuruni tangga di depan rumah Bang Anin akan terlihat  pemandangan Setu Babakan yang-untuk ukuran Jakarta yang kebanyakan semrawut-  terlihat indah. Tepian danau ditumbuhi pepohonan.&lt;br /&gt;Di bawah pepohonan rindang  itu ada beberapa warung makan yang namanya juga berciri Betawi. Sebut saja  Warung Mpok Penih dan Warung Mpok Rohani. Makanan yang dijual bisa disebut  sebagian besar khas Jakarta, seperti soto betawi, juga kerak telor yang  didagangkan dengan pikulan, seperti biasa menjamur saat Pekan Raya Jakarta.  Meski begitu, di sana-sini juga ada penjual makanan bukan Betawi, seperti bakso  dan burger sapi.&lt;br /&gt;Pada Minggu itu, banyak pasangan muda-mudi yang memanfaatkan  suasana Setu Babakan untuk berduaan. Selain itu, banyak pula remaja yang datang  berkelompok dan menikmati kerak telor bersama-sama. Di seantero danau, sejumlah  pengunjung mengelilingi danau dengan becak air.&lt;br /&gt;Keriaan di kawasan situ itu  berlanjut dengan pergelaran orkes keroncong beberapa saat menjelang sore. Salah  satu tembang yang dilantunkan adalah keroncong Setu Babakan, yang dinyanyikan  langsung oleh penciptanya, Yoyo Muchtar.&lt;br /&gt;Yoyo, tak lain adalah aktivis budaya  Betawi, yang juga penggagas kawasan konservasi Setu Babakan tersebut. Kini,  namanya tercatat sebagai Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi dan Ketua Subbidang  Pengembangan Potensi Budaya, Badan Musyawarah Betawi, selain pekerjaannya  sehari-hari sebagai Kepala Seksi Pengawasan Usaha Pariwisata.&lt;br /&gt;Menurut warga  asli Betawi itu, ide kawasan konservasi di Setu Babakan berawal dari arahan  Pemerintah Provinsi DKI pada tahun 1996 agar ada aset wisata Jakarta Selatan  yang dapat dimaksimalkan. Ia, yang saat itu sebagai Kepala Seksi Objek dan Daya  Tarik Wisata Jakarta Selatan, lalu memutar otak.&lt;br /&gt;"Kemudian ada masukan dari  Bappeda bahwa ada satu aset pemerintah yang bisa menjadi daya tarik, yaitu Situ  Babakan ini. Kebetulan, saya orang Betawi dan pengurus Lembaga Kebudayaan  Betawi. Sementara saya melihat bahwa kondisi situ ini terbengkalai. Jalannya  belum aspal seperti sekarang, jadi masih becek di mana-mana. Suasananya juga  sepi," katanya.&lt;br /&gt;CIKAL bakal "kemeriahan" di Setu Babakan dirintis pada 13  September 1997 dengan adanya acara "Sehari di Setu Babakan". Ketika itu diadakan  berbagai lomba, seperti lomba menghias getek, lomba kano, lomba buah, dan lomba  masak sayur asem.&lt;br /&gt;Cara memakan sayur asem pun diawali dengan hidangan  pembuka, seperti trancam dan asinan, untuk membangkitkan selera. Kemudian,  ditutup dengan air manis dan buah-buahan. "Jangan lupa, Jakarta juga mempunyai  buah-buahan yang khas, semacam belimbing dewi, rambutan rapiah yang terkenal  itu, dan nangka," ujar Yoyo menambahkan.&lt;br /&gt;Dari kekayaan buah-buahan asli itu  pula, tercipta lagu Papaya Cha Cha karya Adi Karso. Syairnya, "Pepaya, mangga  pisang jambu. Dibawa dari Pasar Minggu. Di sana banyak penjualnya. Di kota,  banyak pembelinya...."&lt;br /&gt;Acara "Sehari di Setu Babakan" berlangsung relatif  sukses. Setelah itu, beberapa penggiat budaya Betawi berusaha melibatkan  berbagai instansi terkait untuk mempercantik situ itu. Benar saja. Setelah itu,  Dinas Pertanian pun menanam bibit-bibit pohon, sedangkan Dinas Perikanan menebar  ratusan benih ikan. Jalannya pun diperbaiki.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan itu, ide untuk  menghidupkan kawasan Setu Babakan sebagai konservasi budaya Betawi terus  bergulir hingga tingkat Pemerintah Provinsi DKI. Persoalannya, sejauh mana  konservasi ini akan dipertahankan? Jangan-jangan seperti nasib Condet yang  pernah menjadi konservasi budaya Betawi, tetapi kini tinggal cerita. (ADI  PRINANTYO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas 23 Februari 2005&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112451874390272089?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112451874390272089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112451874390272089' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112451874390272089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112451874390272089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/setu-babakan-cagar-budaya-betawi.html' title='&lt;CENTER&gt;SETU BABAKAN, CAGAR BUDAYA BETAWI&lt;/CENTER&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112451707797786732</id><published>2005-08-19T21:25:00.000-07:00</published><updated>2005-08-19T22:51:17.986-07:00</updated><title type='text'>KAMPUNG LUAR BATANG, PEMUKIMAN TERTUA DI JAKARTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/1600/pasarikan1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5845/1251/200/pasarikan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;            &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SQ"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Di kampung ini terdapat satu mesjid tua, yang banyak didatangi pengunjung yang buKan hanya dari Jakarta, tapi juga berbagai daerah di Indonesia. Dalam masjid luar batang terdapat makam Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Ia dimakamkan di masjid ini pada hari kamis 27 Ramadhan1169 Hijriah atau 24 Juni 1756. ia dikabarkan meninggal dunia ketika masih bujangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Di abad ke 17 tidak lama setelah berdirinya VOC pemukiman ini merupakan tempat persinggahan para awak (tukang perahu ) pribumi yang ingin masuk ke Pelabuhan Batavia ( sunda Kelapa ). Ketika itu, penguasa VOC menerapakan peraturan yang tidak mengijinkan perahu – perahu pribumi masuk ke alur pelabuhan pada malam hari. Demikian juga tidak boleh keluar pelabuhan padsa waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Selain itu, seluruh perahu yang keluar masuk harus melalui pos pemerikasaan. Pos ini terletak di mulut alur pelabuhan dan di sini diletakkan batang (kayu) yang melintangi sungai guna menghadapi perahu-perahu keluar masuk sebelum diproses. Setiap perahu pribumi yang akan masuk diperiksa barang muatannya, dan senjata-senjata yang dibawa harus dititipkan di pos penjagaan. Sedangkan perahu-perahu pribumi yang tidak bisa masuk pelabuhan, di luar batang (pos pemeriksaan) harus menunggu pagi hari. Ada kalanya mereka menunngu beberapa hari sampai mendapat ijin untuk masuk ke pelabuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Selama menunggu, sebagian awak perahu turun ke darat. Kemudian mereka membangun pondok-pondok sementara. Lambat laut tempat ini dinamakn kampung luar batang – yakni pemukiman yang berada di luar pos pemeriksaaan. Sekitar 660-an VOC mendatangkan para pelayan dari jawa timur dan ditempatkan di lokasi pemukiman Luar Batang. Pemimpin dari nelayan tersebut pada 1677 dianugerahi pangkat kehormatan luitenant (letnan). Pemimpin itu bernama Bagus Karta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Lokasi pemukiman luar batang dulunya merupakan rawa-rawa. Lama kelamaan rawa-rawa itu tertimbun lumpur dari kali Ciliwung, terutama setelah dibangunnya Kampung Muara Baru, yang kini juga merupakan kawasan kumuh di dekat Luar Batang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sejak masa VOC, pihak penguasa sering mendatangkan tenaga kerja guna membangun pelabuhan dan kastil Batavia. Para pekerja di lokasi itu berdatangan dari berbagai daerah. Mereka juga di tempatkan dikampung Luar Batang. Jadi, kekumuhan pemukiman tertua di Jakarta yang luasnya 16,5 hektar itu sudah berlangsung sejak masa awal VOC. Pasar yang ada kala itu dan kini di kenal nama Pasar Ikan baru dibangun pada tahun 1846. lokasi Pasar Ikan ini merupakan laut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Suatu malapetaka terjadi pada saat pembangunan dermaga di Pelabuhan Batavia (sunda kelapa). Kurang dari 16 ribu pekerja meninggal dunia akibat penyakit menular yang terjadi akibat kekumhuan areal pemukiman yang melewati ambang batas. Warga Belanda sendiri pada awal abad ke-19 itu telah meninggalkan kawasan Pasar Ikan karena dianggap merupakan daerah tidak sehat dan sering menimbulkan penyakit mematikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Ketika aktivitas utama pelabuhan Sunda Kelapa akibat pendangkalan dialihkan ke Tanjung Priok (1886), lokasi sekitar pemukiman Luar Batang tetap padat. Hal ni dikarenakan aktivitas perahu dan pelabuhan Pasar Ikan (sunda Kelapa) tetap berjalan. Saat ini, kampung Luar Batang penduduknya sangat padat karena lokasinya berdekatan dengan berbagai pusat aktivitas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Kondisinya semakin kumuh ketika urbanisasi besar-besaran terjadi pada 1950-1960, akibat terganngunya keamanan. Dalam periode itu terjadi beberapa pemberontakan seperti DI/TII dan Kahar Muzakar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;Sementara Habib Husein yang menjadi guru agama di masjid yang kala itu letaknya berdekatan dengan benteng VOC merupakan imigran dari Hadramaut. Ia adalah pendatang lebih awal, sebelum para pendatang keturunan Arab lainnya kemudian ditempatkan di kampung Pekojan, jakarta barat. Jarak antara Pasar Ikan dan Pekojan sekitar 3 km. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: Saudagar Baghdad dari Betawi, Alwi Shahab Jakarta : Penerbit Republika, 2004 &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SQ" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112451707797786732?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112451707797786732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112451707797786732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112451707797786732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112451707797786732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/kampung-luar-batang-pemukiman-tertua.html' title='&lt;center&gt;KAMPUNG LUAR BATANG, PEMUKIMAN TERTUA DI JAKARTA&lt;/center&gt;'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112417306878423450</id><published>2005-08-15T22:59:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T01:09:45.053-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SELAMAT ULANG TAHUN NEGERIKU.&lt;br /&gt;Usiamu sebenarnya jauh lebih tua dari yang kami peringati tiap tahunnya. Namun entah kenapa kedewasaan serasa tak kunjung datang menyelimuti seluruh penghunimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kali ini aku hanya bisa menghadiahkan beberapa ayat AlQuran sebagai sekedar renungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari wakti mereka sedang tidur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalan naik (waktu Dhuha) ketika mereka sedang bermain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apakah mereka mersa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orangorang yang merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-A'raaf : 96 - 99&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.&lt;br /&gt;Semoga bangsa ini senantiasa menjadi bangsa yang bersyukur dengan iman dan taqwa yang sebenar-benarnya. Semoga pemimpin-pemmipin Indonesia, menjadi orang-orang yang selau dinaungi petunjuk Allah SWT sehingga tercipta &lt;i&gt;Baldatun thoyyibatun wa Rabbun ghafuur&lt;/i&gt; (Negeri yang sentosa dan berada dalam ampunan Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;SELAMAT HARI JADI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;selamat hari="" jadi="" indonesia=""&gt;&lt;/selamat&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112417306878423450?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112417306878423450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112417306878423450' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112417306878423450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112417306878423450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/selamat-ulang-tahun-negeriku.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112417193773386342</id><published>2005-08-15T22:57:00.000-07:00</published><updated>2005-08-15T22:58:57.740-07:00</updated><title type='text'>OELANG TAHOEN REPOEBLIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasana tujuh belas Agustus tahun ini mulai terasa sejak awal bulan. Jalan-jalan kampung mulai dihiasi deretan bendera serta umbul-umbul yang dipasang di pinggir jalan. Muka-muka gang sempit yang kemarin tampak kusam, kini banyak yang terlihat lebih seger karena mendadak berdiri gapura sederhana bertema momen proklamasi. Rentetan bendera plastik merah putih atau gelas aqua bekas bercat warna bendera juga tak kalah ramai mengelilingi jalan-jalan besar sampai gang-gang tikus. Bahkan sejak bulan Juli lalu, banyak warga yang ramai menyelenggarakan berbagai kegiatan. Biasanya berupa pertandingan olahraga atau perlombaan-perlombaan lain. Dan seminggu menjelang tanggal 17 Agustus sampai seminggu sesudahnya, biasanya kegiatannya makin marak dengan digelar perlombaan rakyat tingkat eRTe, eRWe sampai tingkat kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tujuh belas Agustusan tahun ini di eRTe saya terasa amat berbeda. Ada sedikit sedih &amp; kekecewaan karena tidak ada acara-2 perlombaan atau kegiatan-kegiatan warga dalam rangka menyambut HUT RI tahun 2005 ini seperti tahun-2 sebelumnya. Entah apa sebabnya sehingga sang ketua eRTe seperti berlepas tangan dalam kegiatan-kegiatan yang memang sudah wajar dan umum dilakukan warga-warga di pelosok tanah air. Di sepanjang jalan, di kanan-kiri gang dan di sekitaran rumah-rumah warga, tak ada hiasan bendera-bendaera kecil. Apalagi gapura yang beberapa tahun terakhir biasa terlihat menghias muka gang rumahku setiap Agustusan menjelang, kini kosong tak ada lagi. Yang ada cuma lambaian umbul-umbul lecek kuning biru yang tiba-tiba saja sudah berdiri Sabtu pagi lalu.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena di eRTe kami tak ada tanah lapang yang bisa dipakai untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan warga. Tahun kemarin saja, acara perlombaan dalam rangka 17 agustusan diadakan di gang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sempit yang menuju ke rumahku. Atau mungkin karena jumlah warga di eRTe ini yang termasuk paling sedikit. Wilayahnya sih cukup luas, tapi sebagian besar adalah rumah-rumah besar berpagar tinggi. Ada sih tanah kosong yang cukup luas, tapi oleh pemiliknya dipagar dan dikunci gembok karena sebentar lagi akan dibangun semacam town house. Dahulu biasanya warga sini mengadakan kegiatan di tanah kosong tsb, tapi karena sekarang sudah dipagar tinggi dan dikunci, maka warga sekitarpun tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebanyakan warga aseli ditempatku sudah banyak yang pindah ke wilayah lain dan digantikan oleh warga pendatang. Nah kadang warga pendatang tsb agak menutup diri dari lingkungan sekitar. Apalagi rumah-2 mereka besar-besar dan berpagar tinggi. Dan warga aseli yang tersisa juga tinggalnya saling berjauhan sehingga kadang kurang akrab satu sama lain. Selain itu jumlah remaja di lingkungan eRTeku sedikit sekali dan kebanyakan sudah punya kesibukan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Buatku sih nggak masalah, karena libur tujuh belasa bisa dimanfaatkan buat &lt;i&gt;keluyuran&lt;/i&gt; ke tempat lain, atau silaturahim ke rumah temen-2 atau sodara. Tapi beberapa warga khususnya ibu-ibu dan anak-2 kecil agak protes. Kalau masalah dana, saya yakin bukan kendala karena banyak warga sini yang berkecukupan. Ujung-ujungnya mereka malah menyalahkan pak eRTe yang dinilai kurang tanggap dan kurang inisiatif. Soalnya tahun-2 lalu saja kita bisa membuat acara-2 yang seru tapi kok tahun ini malah sepi. Mungkin karena nggak ada remaja yang bisa diajak kerja dan juga karena tak ada tempat itulah yang menyebabkan sulitnya mengadakan acara perlombaan tujuh belasan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga apa yang terjadi di tempatku tahun ini tidak memudarkan makna kebersamaan serta makna kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112417193773386342?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112417193773386342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112417193773386342' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112417193773386342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112417193773386342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/oelang-tahoen-repoeblik.html' title='OELANG TAHOEN REPOEBLIK'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112375434495256437</id><published>2005-08-11T02:24:00.000-07:00</published><updated>2005-08-11T02:59:04.956-07:00</updated><title type='text'>MENGHARGAI WAKTU</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;Bayangkan ada sebuah bank yang memberimu pinjaman uang sejumlah Rp.86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus kau gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak kau gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan kau lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberimu 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak kau gunakan untuk tujuan baik, karena ia tidak memberikan sisa waktunya padamu. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru utnukmu. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika kau tidak menggunakannya maka kerugian akan meninpamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak bisa menariknya kembali. Juga, kamu tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan hari. Kamu harus hidup di dalam simpanan hari ini.&lt;br /&gt;Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan&lt;br /&gt;kesuksesanmu.&lt;br /&gt;Jam terus berdetak. Gunakan waktumu sebaik - baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal&lt;br /&gt;kelas.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan prematur.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah&lt;br /&gt;mingguan.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan kereta.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMILI DETIK, tanyakan pada peraih medali&lt;br /&gt;perak Olimpiade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="postbody"&gt; Hargailah setiap waktu yang kamu miliki. Dan lebih berharga lagi bila&lt;br /&gt;kamu menggunakannya untuk tujuan kebahagian bersama orang yang spesial.&lt;br /&gt;Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa - siapa.&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112375434495256437?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112375434495256437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112375434495256437' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112375434495256437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112375434495256437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/menghargai-waktu.html' title='MENGHARGAI WAKTU'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112373055277199975</id><published>2005-08-10T20:04:00.000-07:00</published><updated>2005-08-10T20:22:32.776-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Seorang Palestina bernama Mahmud hendak melintasi pos perbatasan Israel - Palestina. Dia bersepeda dan membawa dua tas besar di pundaknya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Tentara Israel segera memerintahkan dia berhenti, "Pinggirkan sepedamu itu. Saya ingin bertanya, apa isi kedua tas itu?" "Pasir," jawab Mahmud. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Tentara Israel tidak percaya begitu saja. Mereka membongkar kedua tas itu dan benar mereka menemukan pasir didalamnya. Akhirnya mereka melepaskan Mahmud dan membiarkan dia melintasi perbatasan menuju wilayah Israel. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Keesokan harinya, kejadian yang sama berulang kembali. Tentara Israel menghentikan Mahmud dan bertanya, "Apa yang kamu bawa?" Mahmud menjawab, "Pasir." Tentara-tentara itu memeriksa dengan teliti kedua tas itu dan tetap menemukan benda yang sama, pasir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Kejadian yang sama berulang kali terjadi hingga tiga tahun lamanya. Akhirnya, Mahmud tidak muncul lagi dan tentara Israel itu menjumpainya sedang bersantai ria di luar kota Yerikho. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;"Hei, kamu yang suka bawa pasir," tegur tentara Israel itu. "Saya menduga kamu selama ini membohongi kami saat melintas perbatasan. Tapi saya selalu menemukan pasir di dalam tasmu. Selama tiga tahun, saya sepertinya menjadi gila, tidak bisa makan atau tidur memikirkan apa yang kamu selundupkan. Baiklah, ini di antara kita berdua saja! Saya mau tanya, apa sih yang kamu selundupkan tiap hari selama tiga tahun ini?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt; Mahmud menjawab dengan kalem, "SEPEDA!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112373055277199975?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112373055277199975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112373055277199975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112373055277199975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112373055277199975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/seorang-palestina-bernama-mahmud.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112372880448986841</id><published>2005-08-10T19:21:00.000-07:00</published><updated>2005-08-10T19:53:24.493-07:00</updated><title type='text'>MOGA NGGAK KAMPUNGAN</title><content type='html'>Akhirnya nih blog aye rubah lagi leyotnya. Kepinginnya sih biar sedep dipandang mata dan enak buat dibaca-baca. Mungkin buat je-jagoan web ato dedengkotnya yang udah lama ngeblog, bisa ketawa cekikikan kalo liat tampilan ini blog. Tapi tolong maklumin aja ya, aye masih perlu banyak belajar. Buat aye sih setiap orang kudu punya gaya masing-masing, ora usah ngikutin punya orang lain walaupun ntu bagus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112372880448986841?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112372880448986841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112372880448986841' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112372880448986841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112372880448986841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/moga-nggak-kampungan.html' title='MOGA NGGAK KAMPUNGAN'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112313046730052223</id><published>2005-08-03T21:36:00.000-07:00</published><updated>2005-08-09T00:21:19.876-07:00</updated><title type='text'>SPLIT PERSONALITY</title><content type='html'>"Cinta mati seorang Oma Teppy" (Majalah FORUM edisi 14 Juli 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan split personality berhasil menipu sedikitnya lima orangperempuan mapan di Jakarta.Beberapa di antaranya bahkan telahberhubungan kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Bhima Suryo Harya Hidayat. Tanggal 18 Mei lalu, ia genap 30 tahun. Berprofesi sebagai pengusaha muda, ia memiliki perusahaan yang bergerakdalam bidang graphic design di kawasan Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta Selatan.Bhima termasuk pria yang beruntung dalam kehidupan. Dengan&lt;br /&gt;dukungan penuh dari orangtuanya, selepas SMA pada tahun 1992, ia melanjutkan pendidikan di Pasadena, Amerika Serikat,mengambil jurusan Industrial Design Majoring in Products dan Graphic Design.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri Paman Sam ini, katanya, ia tak betah dengan junk food Amerika.Semester dua, Bhima nekad pindah ke Frankfurt, Jerman, dan mengambil jurusan yang sama. Bhima diwisuda tahun 1997 dan pulang ke tanah air dua tahun kemudian. Di Jakarta, ia mendirikan perusahaan bersama karibnya&lt;br /&gt;semasa SMP.Bhima memang akrab dengan kehidupan metropolitan. Tapi, lelaki ini mempunyai hobby yang lumayan unik untuk pemuda seusianya. Dia pendengar radio yang maniak. Salah satu stasiun radio yang paling ia gemari adalah Delta FM, sebuah radio jaringan swasta nasional yang berkantor di&lt;br /&gt;kawasan Sudirman, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking ngefans-nya, lelaki ini tak segan mengirim aneka makanan ke stasiun radio yang berkantor di kawasan Sudirman, Jakata Selatan itu. Mulai es krim hingga dimsum. Juga parfum. Bhima pun sempat memberikan voucher ponsel bernilai besar ketika anak salah seorang penyiar radio tersebut berulang&lt;br /&gt;tahun. Bhima yang sibuk menahkodai perusahaan branding ternyata juga aktif dalam mailing list (milis) idakrisnashow, salah satu acara favoritnya di Radio Delta. Dari milis inilah Bhima mempunyai banyak teman, salah satunya Wita, perempuan 30 tahun, berprofesi sebagai jurnalis di sebuah majalah&lt;br /&gt;berita mingguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Bhima teramat berang karena keanggotaannya dalam milis idakrisnashow terblokir. Bhima pun bertanya kepada Wita mengapa ini bisa terjadi. Wita memberikan penjelasan tentang kemungkinan-kemungkinan terblokirnya anggota dalam sebuah milis. Bhima tidak puas dengan jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu. Melalui seorang perempuan yang juga ia kenal dalam milis, Bhima menyebarkan surat elektronik. Dengan keras ia mempertanyakan tersingkirnya dirinya dari milis. Kebetulan, moderator sekaligus pemilik milis idakrisnashow adalah Ida Arimurti. Alhasil, Ida pun dihujat habis-habisandalam milis yang ia komandoisendiri. Itu terjadi akhir Juni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 3 Juli, Ida menghubungi Wita melalui ponsel. Dalam pembicaraan dengan Wita, Ida mengatakan ada sesuatu yang terjadi dalam diri Bhima. Dua hari kemudian, Ida menyambungkan Wita dengan Felecia, mantan penyiar Radio&lt;br /&gt;Delta FM yang kini bekerja di sebuah radio milik pemerintah. Dari komunikasi Wita dengan Felecia itulah semua kebohongan Bhima terbongkar. Meski telah berjanji akan menikahi Felecia, ternyata Bhima mempunyai affair dengan&lt;br /&gt;beberapa penyiar Delta yang lain. Namun, yang lebih mengejutkan, ternyata Bhima adalah seorang perempuan berusia 64 tahun dengan nama Sylvia Ethe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Felecia dengan Bhima bermula saat perempuan 37 tahun ini masih bekerja sebagai penyiar di Radio Delta FM Jakarta. Kali pertama berkenalan dengan Felecia, Bhima mengaku bernama Miguel. Dalam pesan pendeknya (SMS) ke Delta, Miguel mengatakan sangat senang mendengar suara Felecia. Itu terjadi Desember 2003. Sejak saat itu, SMS dari Miguel pun bertubi-tubi masuk.&lt;br /&gt;Maret 2004, Felecia untuk pertama kali membalas SMS tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkenalan itulah Miguel dan Felecia menjadi kian akrab. Pada suatu titik, keduanya sepakat menikah.Namun, karena perbedaan agama - Felecia seorang muslim, Miguel beragama Katolik - untuk sementara keduanya tidak bertemu hingga ada lampu hijau dari orangtua Miguel bagi pernikahan mereka.&lt;br /&gt;Felecia setuju. Alhasil, mereka pun berhubungan kasih tanpa pernah bertemu muka sama sekali. Kepada Felecia, Miguel memerankan sosok laki-laki setia, bijaksana, dewasa, menghargai perempuan, dan tidak suka affair . Dia juga mencitrakan dirinya sebagai pemuda pekerja keras. Sejak menjalin hubugan dengan Felecia, Miguel berjanji hanya mencurahkan waktu dan tenaganya untuk Felecia dan perusaahaan.Dia bisa menceriterakan semua secara sempurna,kata Felecia.Untuk meyakinkan pasangannya, Miguel mengirim cincin emas kepada Felecia sebagai pengikat cinta mereka. Bahkan, Miguel juga mengirim foto&lt;br /&gt;sebuah mobil mercy seri terbaruberplat nomor tanggal ulang tahun mereka berdua, 1718.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga 6 Juni lalu, hubungan keduanya masih berjalan mulus. Namun,ketika Felecia browsing di internet untuk mencari materi siaran tentang artis Monica Oemardi yang akan ia wawancarai, kebohongan mulai Miguel terbongkar.&lt;br /&gt;Felecia begitu terkesiap ketika melihat gambar-gambar di halaman website Monica Oemardi terdapat foto Miguel, kekasihnya. Dalam foto itu tertulis nama Michael Andrew Suryo Prabowo Hamidjojo. Michael adalah mantan suami pertama Monica Oemardi. Kini Michael tinggal di Brunai Darussalam. Di halaman website itu juga terpampang foto Joshua, anak Monica dengan Michael, yang oleh kekasih Felecia diaku sebagai foto masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah Felecia muntab. Hari itu juga ia melakukan investigasi ke keluarga Hamidjoyo melalui keluarga Hester, pemilik wisata alam di kawasan Cinangneg, Bogor, dan guest house di Cilandak, Jakarta Selatan. Kebetulan,Felecia pernah mewawancarai Hester tentang tempat wisata alam ketika ia masih bekerja di Radio Delta. Pikiran Felecia terantuk ke Rina - bukan&lt;br /&gt;nama sebenarnya - putri Hester. Karena, ucap Felecia, dalam setiap kesempatan Miguel selalu bercerita tentang Rina, bahkan hingga pernik-pernik kehidupan rumah tangga Rina. Tembakan Felecia tepat. Dari Rina-lah kedok Miguel terbongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu malam, 8 Juni, usai mendapat telepon Felecia, Rina mendatangi ibunya dan mencocokkan semua informasi yang ia dapat dari Felecia tentang Miguel. Semula, ibu dan anak itu sempat heran mengapa hal-hal terkecil dalam keluaganya bisa diketahui Miguel. Juga silsilah keluarga besar mereka. Pikiran Hester pun segera mengarah pada Sylvia Ethe, satu-satunya orang yang selama ini sering ia ajak ngobrol tentang masalah keluarga mereka. Sylvia Ethe yang biasa mereka panggil Oma Tippy&lt;br /&gt;adalah karyawan kontrak di guest house milik keluarga Hester sejak setengah tahun terakhir. Kefasihannya berbahasa Inggris, Belanda, dan Jerman membuat Sylvia dipercaya menjadi pemandu tamu-tamu yang kebanyakan adalah ekspatriat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, ketika mencocokkan dua nomor telepon seluler milik Miguel alias Bhima Suryo Harya Hidayat alias Bhima Aditya Putra Hidayat dengan milik Sylvia, ternyata sama persis. Hester segera menelepon Felecia. Mendengar penjelasan Hester, Felecia benar-benar shocked &amp; Badan saya tiba-tiba lemas; kenang Felecia. Sejak saat itu, secara bergerilya,&lt;br /&gt;Felicia menghubungi alamat-alamat yang pernah disebut `kekasihnya', Bhima.Termasuk branding company di kawasan Landmark Building, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Juga rekanan bisnis Bhima yang berada di kawasan Palm Hill,Cibubur.&lt;br /&gt;Hasilnya nol besar. Semua yang dikatakan Bhima fiktif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Felicia juga melacak tempat mencetak foto-foto yang selama ini ia terima dari Bhima. Di balik semua lembaran foto itu tertulis Photo Studio Adorama,Kemang, Jakarta Selatan. Dari karyawan studio foto itu Felicia mendapat&lt;br /&gt;informasi, Sylvia memang langganan mencetak foto di sana. Bhima, menurut Felecia, ternyata juga mulai mengincar Tina Zakaria, penyiar Radio One,radio dengan segmentasi pendengar laki-laki metropolitan Jakarta.Khawatir muncul korban lebih banyak, Felecia menghubungi Tina untuk tidak terpedaya dengan Miguel. Beruntung, Tina mahfum dan mulai selektif dengan kiriman&lt;br /&gt;pesan pendek Miguel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar dengan bahaya yang ditebarkan Bhima, Felicia menghubungi Krisna Purwana, dan Awan, sahabatnya di radio Delta. Melalui Awan, Felicia masuk dalam milis idakrisnashow yang di dalamnya telah ada Bhima. Hanya satu yang saya ingin, agar korban Bhima tidak bertambah,kata Felicia kepada FORUM. Sebab, lanjut Felecia, ada beberapa rekan seprofesinya yang menjadi korban&lt;br /&gt;Bhima, dan saat ini belum sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisna menyampaikan pesan Felicia kepada Ida Arimurti, partner siaran Krisna di acara Ida-Krisna Show. Melalui Ida, Felicia berkomunikasi dengan Wita.&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan singkat itu, keduanya sepakat menangkap basah Sylvia di kantornya pada Kamis pagi, 8 Juli. Waktu yang ditentukan telah tiba.&lt;br /&gt;Felicia, Wita, dan dua orang anggota reserse Polda Metro Jaya sampai di kantor Sylvia tepat pukul 8 pagi. Sebelum berangkat, Felicia sengaja membangunkan Bhima, memastikan kekasihnya' benar-benar berangkat kerja.&lt;br /&gt;Setelah menunggu beberapa saat, sebuah taksi berwarna biru berhenti di depan kantor milik keluarga Hester tersebut. Sylvia pun turun. Sejurus kemudian, dua anggota reserse berpakaian preman segera menghampiri Sylvia, mengajaknya&lt;br /&gt;berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sylvia yang pagi itu tampak bugar dengan kaus hitam dan celana jeans biru, marah besar. Buru-buru ia masuk ruang kerja dengan membanting pintu. Saat itulah, Felicia mendapat SMS dari Bhima yang berbunyi &amp; ;Mengapa kamu mengirim orang untuk mengganggu Sylvia? Felecia tidak menjawab. Beruntung, Hester segera datang menenangkan suasana. Hester mengajak Felecia, Wita,&lt;br /&gt;dan seorang anggota reserse masuk ruang kerja Sylvia. Mereka gila! ucap Syilvia dengan nada tegang. Dalam pembicaraan selama hampir dua jam, Sylvia tak banyak berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari suara, logat bicara, cara marah Anda, semua persis milik Bhima,kata Wita kepada Sylvia kala itu. Namun, ketika Hester bertanya siapa sesungguhnya Bhima, Sylvia menjawab Bhima adalah keponakannya. Setengah jam kemudian Hester bertanya lagi siapa sesungguhnya Bhima, dalam bahasa Belanda Sylvia menjawab, Bhima adalah anak baptisnya. Suasana bertambah tegang&lt;br /&gt;ketika Sylvia mengeluarkan sebilah pisau dan dia kian tidak konsisten dengan ucapannya. Nenek 64 tahun itu menolak saat&lt;br /&gt;Hester meminta menghubungi Bhima. Bhima sedang dalam perjalanan ke Jerman,kata Sylvia. Namun, kalimat itu ditepis Felecia dengan alasan ia masih menelepon Bhima dua jam lalu di rumahnya, Kemang.Bhima sedang di bandara,tangkis Sylvia&lt;br /&gt;mementahkan jawabannya sendiri. Felicia pun mengambil insiatif mencocokkan nomor ponsel Sylvia dengan nomor Bhima yang mereka simpan. Lagi-lagi Sylvia menolak dan mematikan ponselnya. Hester kian gemas dengan ulah Sylvia. Namun, karena suasana yang tidak mendukung, Hester menyudahi pembicaraan itu. Bila benar Bhima anak baptis kamu, segera selesaikan urusan ini dengan Bhima. Karena Bhima terlibat urusan kriminal, selamanya kamu juga akan terlibat dalam urusan ini,kata Hester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang pun berlalu.Sylvia pergi meninggalkan kantor dengan sebuah pesan kepada Hester dalam bahasa Belanda pada secarik kertas. Saya akan segera membereskan masalah ini. Sejak saat itu, hingga berita ini ditulis, Sylvia tidak masuk kerja.&lt;br /&gt;Akan halnya dengan Felicia, sejak hari `penggerebegan' itu terjadi, ia selalu mendapat SMS teror dari beberapa nomor ponsel yang tak ia kenal.&lt;br /&gt;Salah satu pesan itu berbunyi: Anda sudah gila dan matang utk masuk Grogol dgn menyangka bhwa saya Ibu Sylvia. Saya yang akan membereskan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Station Manager Delta FM Fitri Didi mengatakan sangat prihatin dengan kejadian ini. Ia sadar, karena radio adalah milik publik, pihaknya tidak bisa membatasi penikmat siaran Radio Delta. Pula halnya dengan keanggotaan mailing list yang mereka sediakan. Kami terbuka kepada siapa saja. Apalagi segmentasi kami adalah pendengar usia 30 tahun ke atas yang notabene telah dewasa, matang, dan mapan,ungkap Fitri. Fenomena pendengar yang terlalu fanatik dengan penyiar sebenarnya bukan&lt;br /&gt;asing bagi Delta. Bahkan, kata Fitri, kantornya pernah kebanjiran kiriman makanan dan bunga dari pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;saya jadi ingat dengan kasus yang sama beberapa tahun yang lalu, Mia &amp; Irfan, Apa kabarmu ?&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112313046730052223?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112313046730052223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112313046730052223' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112313046730052223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112313046730052223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/08/split-personality.html' title='SPLIT PERSONALITY'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112243792702352379</id><published>2005-07-26T20:29:00.000-07:00</published><updated>2005-07-26T21:18:47.026-07:00</updated><title type='text'>NAIK GUNUNG</title><content type='html'>Awal Agustus nanti saya punya rencana mo naik gunung. Klo nggak ada halangan, saya dan kawan akan kemping di gunung Bunder Jawa Barat. Ini akan menjadi pengalaman pertama saya naik gunung dan kemping di tengah hutan. Kalo sekedar hiking aja sih sering, tapi sampe sekarang belum pernah ngerasain tidur di dalam tenda di tengah hutan. Sebenarnya dari dulu kepingin banget ikut kegiatan-kegiatan luar seperti ini, tapi sejak dulu setiap kali ada yang mengajak pasti selalu terbentur waktu kerja saya. Maklum saja sejak kerja pertama kali, saya bekerja dengan sistem shift (pembagian waktu) dan sering masuk kerja pada hari-2 libur, jadi jarang bisa kumpul dengan kawan-kawan yang punya waktu luang di hari libur.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya acara ini diadakan oleh Kepanduan PKS dalam rangka &lt;i&gt;muqoyyam&lt;/i&gt; atau Latihan Dasar Kepemimpinan yang Insya Allah diadakan selama 3 hari 2 malam. Di sana nanti peserta akan &lt;i&gt;digembleng&lt;/i&gt;secara fisik maupun mental untuk menghadapi berbagai keadaan. Mungkin acaranya lebih banyak menyuguhkan outbond yang menarik dan bisa merekatkan kerjasama tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya sedang mempersiapkan segala peralatan dan perlengkapan yang mesti dibawa, baik untuk individu maupun kelompok. Dan yang terpenting harus bisa menajaga dan mempersiapkan fisik agar kelak tidak drop dan tidak menyusahkan orang lain di sana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112243792702352379?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112243792702352379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112243792702352379' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112243792702352379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112243792702352379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/07/naik-gunung.html' title='NAIK GUNUNG'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112131265664291421</id><published>2005-07-13T20:06:00.000-07:00</published><updated>2005-07-13T20:44:16.646-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI KEHIDUPAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya masih ingat sekali sebuah nasihat dari ibu saya di masa lampau ketika saya kecil dulu. Beliau berkata kepada saya "Sebagai anak bontot (bungsu), lu bisa jadi anak yang paling "bejat"  di keluarga ini atau bisa jadi lu anak yang paling hidupnya paling baik dan beruntung. Maksudnya, kalo lu minta dimanja terus sama nyak babeh, segala kemauan lu kudu diturutin, nantinye klo udeh gede lu gak bisa apa-apa alias hidup lu sengsara dan nyusahin orang lain. Tapi lu bisa hidup bener dan beruntung jika lu mau belajar segala sesuatu dari kakak-kakak lu." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sepintas sih saya masih kurang faham dengan nasehat beliau tsb. Tapi ketika nyokap nunjukkan kehidupan beberapa orang sebagai contoh, saya sedikit bisa memahaminya. Intinya adalah bagaimana kita bisa belajar dari orang lain dalam kehidupan kita sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan kita. Sampai saat ini, perkataan ibu saya itu masih tetap terngiang dan terekam baik dalam fikiran saya. Dan Insya Allah saya ingin menjadi orang yang baik dan benar dalam mengarungi kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam materi pengajian kemarin, ustazd saya juga membahas jauh tentang bagaimana kita bisa belajar dari kehidupan dan pengalaman, baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain yang kita ketahui. Banyak sekali orang jatuh tergelincir dalam kehidupannya hanya karena ia tak mau belajar dari pengalaman dan terus mengulangi kesalahan yang sama. Sebenarnya bahasan kemarin adalah tentang Pilkada di kota Depok yang Alhamdulillah dimenangi oleh orang-orang yang shalih, jujur dan hanif. Namun di balik kemenangan tersebut, ternyata ada kerja keras yang melibatkan banyak orang yang senantiasa belajar dari pengalaman. Pengalaman kekalahan masa lalu, pengalaman betapa menderitanya kita karena dibodohi penguasa-penguasa zalim dsb. Tapi saat ini kita bukanlah orang-orang bodoh dan tak lagi sudi dibodohi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Allah senatiasa membukakan pintu hati dan memudahkan jalan untuk orang-orang yang berserah diri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112131265664291421?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112131265664291421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112131265664291421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112131265664291421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112131265664291421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/07/belajar-dari-kehidupan.html' title='BELAJAR DARI KEHIDUPAN'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112089651139850588</id><published>2005-07-08T23:56:00.000-07:00</published><updated>2005-07-09T01:08:31.400-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sudah lama gw nggak bisa buka email yahoo di kantor. Di tambah lagi  selama seminggu ini internet di kantor mati. So, selama itu pula interaksi dengan dunia maya terputus. Bete banget gak tuh! Padahal biasanya sehari-hari gw kerjanya melotot terus di belakang PC yang connect ke internet. Akibatnya hari-hari gw lalui dengan miss information dan miss komunikasi. Akhirnya libur gini gw sempetin ke warnet bentaran buat nge-cek email yang ternyata udah bbuuuaaaannnnyaaakkk beneerrrrr.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112089651139850588?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112089651139850588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112089651139850588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112089651139850588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112089651139850588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/07/sudah-lama-gw-nggak-bisa-buka-email.html' title=''/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112045222662612966</id><published>2005-07-03T20:22:00.000-07:00</published><updated>2005-07-03T21:43:46.630-07:00</updated><title type='text'>Liburan Di Kampung Sendiri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Liburan sekolah sudah tiba. Saat-saat paling bahagia buat anak-anak sekolah dari SD sampe SMU. Biasanya waktu-waktu seperti ini, keponakan-keponakan gue pada ngumpul di rumah. Trus Kadang mereka pada ngajakin jalan-jalan ke tempat-2 hiburan lokal seperti ragunan, taman mini, ancol atau paling jauh ke kebun raya Bogor. Pokoknya yang tempatnya asyik dan murah meriah. Namanya juga anak-anak, yang penting buat mereka hepi aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya di kampung gue sendiri udah ada objek wisata yang kagak kalah seru dari objek wisata lain,  yaitu setu babakan dan perkampungan adat betawi. Selain Ragunan, maka Setu Babakan termasuk objek wisata yang cukup dekat dari rumah gue. Tepatnya terletak di jalan Mohammad Kahfi II, Srengseng Sawah Jagakarsa, kurang lebih 1 kilo dari rumah gue. Selain masuknya gratis, di tempat ini kadang ada sajian pertunjukan kesenian tradisional betawi semacam lenong, topeng, gambang kromong, wayang kulit atau yang orkes dangdut lokal. Pokoknya asik juga buat indehoy bareng demenan di pinggir setu atau kalo lagi bete sendirian bisa mancing di setunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas ulang tahun Jakarta kemarin, lumayan rame tuh di sana. Gue sempet nonton wayang kulit betawi di malam HUT Jakarta. Sejak kecil, gue baru 2 kali nonton wayang kulit yang dalangnya pake bahasa betawi gitu, kocak banget. Tapi sayang gw gak bisa sampe semalem suntuk karena besoknya kudu gawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi liburan kali ini ada sala seorang keponakan gue yang mau disunatin tititnya. Mumpung lagi libur dan mumpung bocahnya udah berani maka bokap-nyokapnya bela-belain cari dana buat acara meng-khitan ntu anak. Nah, gue juga bingung nih mau bantu apa buat die. Paling-paling kasih kado aja sama tuh bocah :( Lagi bokek neeeehhh........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112045222662612966?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112045222662612966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112045222662612966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112045222662612966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112045222662612966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/07/liburan-di-kampung-sendiri_03.html' title='Liburan Di Kampung Sendiri'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112021248542526962</id><published>2005-06-30T19:46:00.000-07:00</published><updated>2005-07-01T03:08:05.430-07:00</updated><title type='text'>BERBAGI RASA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img src="http://img299.imageshack.us/img299/410/anak2so.jpg" height="100" width="70" align="left" /&gt;  Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, lalu memeluknya erat-erat! Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka; tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain, yang telah terbuka bagi kita. Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu. Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum, sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang. Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum. Angankan apa yang engkau ingin angankan; pergilah kemana engkau ingin pergi; jadilah seperti yang engkau kehendaki, sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan. Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum, cukup pencobaan untuk membuatmu kuat, cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi, dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia. Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu; mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu; engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu. Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis. Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah saat-saat yang indah.. Hidup tidak diukur dengan banyaknya napas yang kita hirup; melainkan dengan saat-saat di mana kita menarik napas bahagia &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112021248542526962?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112021248542526962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112021248542526962' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112021248542526962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112021248542526962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/06/berbagi-rasa.html' title='BERBAGI RASA'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112012887807452070</id><published>2005-06-30T03:48:00.000-07:00</published><updated>2005-06-30T03:54:38.076-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Berteriak?</title><content type='html'>Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"&lt;br /&gt;Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab; "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"&lt;br /&gt;Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar Menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi." Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan." Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mungkin di saat seperti itu, TAK mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang BIJAKSANA. Karena waktu akan membantu anda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112012887807452070?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112012887807452070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112012887807452070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112012887807452070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112012887807452070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/06/mengapa-berteriak.html' title='Mengapa Berteriak?'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-112011808313272974</id><published>2005-06-30T00:53:00.000-07:00</published><updated>2005-06-30T00:54:43.136-07:00</updated><title type='text'>Saya Belajar</title><content type='html'>Saya belajar,&lt;br /&gt;bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya.... dan untuk itu saya harus memaafkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain...kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar bahwa dua manusia dapat melihat sesuatu, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasi diri saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus belajar dari kesalahan yang pernah saya lakukan dan hidup untuk masa depan, bukan terus-menerus melihat ke masa lampau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa cinta itu memberi dan mengerti tanpa harus diberi dan dimengerti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa apa yang kita inginkan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita butuhkan, dan kita harus berlapang dada menerimanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa keluarga saya adalah harta terbesar yang saya punya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa dengan berterima kasih pada Tuhan, maka Ia akan memberi rahmat lebih banyak lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus tidak boleh berhenti belajar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-112011808313272974?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/112011808313272974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=112011808313272974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112011808313272974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/112011808313272974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/06/saya-belajar.html' title='Saya Belajar'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13989730.post-111986554046011228</id><published>2005-06-27T02:26:00.000-07:00</published><updated>2005-06-27T02:45:40.463-07:00</updated><title type='text'>PERTAMA</title><content type='html'>Suasana penat sepulang kerja kadang memang menjenuhkan terutama buat seorang bujangan. Setelah seharian bekerja, saat-saat  selepas kerja memang amat didambakan untuk melepas ketegangan dan mengendurkan otot-otot dan urat syaraf yang semakin kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun zaman sekarang kalau tidak hati-hati membawa diri, bisa-bisa kita terjerumus kepada hal-hal yang tidak diperkenankan oleh agama. Jadi klo mau selamat dunia akhirat, kita kudu bentengin diri kita dengan iman dan pengetahuan yang cukup tentang agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13989730-111986554046011228?l=kampung-pinggiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/feeds/111986554046011228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13989730&amp;postID=111986554046011228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/111986554046011228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13989730/posts/default/111986554046011228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kampung-pinggiran.blogspot.com/2005/06/pertama.html' title='PERTAMA'/><author><name>Sams Rabin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_1168YxmoNt8/SDvXzE1-niI/AAAAAAAAAAg/BjVueqLMCHw/S220/foto36xi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
